Skip to content
May 2, 2012 / hachidarksky

Short Story – DongHanRi 2

author : hachidarksky

genre : shortstory, slice of life, fanfiction

main cast : Lee Donghyo, Lee Hansung, Cho Hyuri

other cast : Cho Kyuhyun, Park Ririn (@hachidarksky), Lee Sungmin, Han Sungbi (@imLSungbi), Lee Donghae, Park Minhyo (@anindiiap)

“akuuu tidaaakkk bisaaaa”

“ya, Hyo! Begitu saja sudah menyerah!”

“Hyung! Matematika itu susah!”

“ng.. ini cemilannya kalau lapar oppa..”

“terima kasih Hyuri”

“aish! Siapa yang menciptakan matematikaa!”

“sudahlah, kerjakan saja”

  • LEE DONGHYO

“ne, ne, kau pintar sudah diam saja” aku mengetuk-ngetuk meja dengan pensilku.

“sebentar lagi ujian sekolah, dan kita akan masuk ke SMP, kau harus bisa setidaknya setengah!”

“hyung! Kalau kau tidak mengomel terus, dan mengajariku dengan benar, aku tidak akan kesusahan! Sudahlah diam saja kalau tidak mau mengajariku!” aku menatap Hansung hyung tajam dan langsung melihat kertas penuh angka didepanku.

“aish, terserah kau sajalah” dia langsung meninggalkan kamarku dan membanting pintu.

“terserah”

“ng.. oppa..” aku melihat kearah Hyuri yang panik sendiri.

“apa? Mian ya”

“ng.. iya tidak apa..” Hyuri seperti ingin menangis sekarang.. “apa sebaiknya.. aku.. mm..” dan kebingungan.

“ne, kejar saja dia”

“mian.. kamsa oppa”

“Hyo”

“iya.. Hyo.. annyeong” dan akhirnya mereka semua pergi. Cih.

Hari ini harusnya Hansung hyung mengajarkanku matematika, tapi yang dia kerjakan hanya memarahiku, mengomeliku, menceramahiku, dan tidak membantu sama sekali. Kemarin-kemarin dia sudah mengajariku bahasa inggris, dan bahasa korea. Setidaknya aku masih bisa itu, umma selalu mengajariku bahasa inggris, dan aku orang korea, aku bisa bahasa korea.. sedikit lancar. Tapi belajar matematika dengannya sungguh menyebalkan. Benar-benar menyebalkan. Aku tahu dia pintar, tapi ya gak gitu juga. Harusnya dia lebih membantu daripada memarahiku saja.

“WAE SIH?!” aku akhirnya lompat ke kasurku dan mengambil PSPku. “Daripada pusing-pusing mengerjakan matematika, lebih baik aku bermain saja.”

“Hyo? Donghyo?” aish, umma.

“ne umma”

“umma masuk ne?”

“masuk saja..” aku meletakkan PSPku dibalik bantal dan duduk di kasurku.

“ada apa? Kenapa Hansung dan Hyuri pulang?”

“ha? Tidak apa, mereka hanya sudah diminta pulang saja.. mungkin”

“mungkin? Kau tidak bisa membohongi umma, ayo cerita”

“tidak ada apa-apa umma” aku menatapnya, dan dia membaca mataku. “baiklah..” oke, umma memang tahu segalanya tentang diriku.

“ceritakan, umma akan mendengarkan”

“ne, umma.. Hansung hyung menyebalkan.. aku tahu dia pintar dalam hal matematika seperti itu, tapi dia benar-benar menyebalkan”

“karena?”

“karena.. karena daritadi dia memarahiku.. padahal aku mengerjakan soal-soal itu..”

“karena apa dia memarahimu?”

“ngh.. aku..” apa yang membuat Hansung hyung marah? Aku tidak tahu.. apa mungkin? “mungkin.. karena aku terlalu banyak mengeluh..?”

“kau mengeluh karena soalnya susah?”

“ne umma..”

“apa kau sudah mencobanya?”

“sudah.. sih..”

“sudah belum?”

“banyak yang belum..”

“berarti, apa itu salah Hansung?”

“tapi umma, semua angka-angka itu memusingkan! Dan pasti susah!”

“nah, kau mengeluh lagi.. coba dulu, baru berkata seperti itu sayang..” umma menepuk kepalaku pelan.

“haruskah?”

“jangan menyerah sebelum mencoba.. appamu selalu seperti itu”

“benarkah?”

“ne, dia tidak pernah menyerah mendapatkan umma, dia selalu mencoba mendekati umma.. padahal umma dulu banyak fansnya juga lo di kuliah, seperti appamu yang terkenal sebagai Donghae Super Junior..” umma mencubit hidungku.

“jadi.. apa aku harus mencobanya dulu, seperti kata Hansung hyung?”

“tentu saja, dia memarahimu karena dia tidak ingin kau mengeluh dan menyerah terus, cobalah dulu mengerjakannya”

“mm.. baiklah umma..”

“sudah, besok kau harus berbaikan dengannya.. kasihan Hyuri tadi menangis”

“Hyuri beneran nangis?” aku terkejut, kukira dia tidak akan menangis.

“ne.. kau harus meminta maaf pada Hyuri juga, jangan membuat yeoja menangis”

“ne umma, appa selalu mengajarkan itu” aku tersenyum, membalas senyuman umma.

“yasudah, sekarang coba kau kerjakan lagi.. dan buka bukumu untuk tahu caranya, ne?”

“baik umma”

“umma ambilkan makanan untukmu agar lebih bersemangat, hwaiting Donghyo!”

“ne, hwaiting umma!”

“ya, itu baru anak umma dan appa!” umma akhirnya keluar dari kamarku dan meninggalkanku dengan kertas penuh angka di meja belajarku.

“baiklah! Hwaiting Donghyo! Dan besok, kau harus meminta maaf pada mereka” aku akhirnya duduk kembali di kursi meja belajarku dan mulai membuka buku. Aku harus bisa. Setidaknya, aku harus mengerjakannya!

  • LEE HANSUNG

“oppa!” aku sedang berjalan cepat meninggalkan perumahan Donghyo, dan sudah ada saja yang memanggilku.

“apa, Hyuri?” aku menatapnya malas. Aku sedang tidak mood.

“ng.. maafkan Donghyo oppa..”

“sudahlah, aku tidak mau memikirkannya.. kita masih SD saja seperti ini, apalagi nanti”

“apa kau masih marah?”

“tidak tahu, aku mau cepat pulang dan belajar sendiri”

“apa aku.. boleh ikut?”

“untuk apa? Kau pulang saja, nanti dicari oleh ummamu”

“tapi..”

“ne, aku pulang duluan, kau kembali saja”

“ti—tidak.. aku akan ikut denganmu..” yeoja ini..

“terserah maumu saja”

“ne, kamsa oppa..” dia tersenyum dengan manisnya. Baiklah, dia memang manis.

“ne..” tapi ada yang aneh. “apa kau habis menangis?”

“ng? tidak..” dia mengalihkan pandangannya.

“kau habis menangis.. wae?”

“tidak karena apa-apa kok, hanya kemasukan debu” dia tertawa kecil.

“tidak, pasti karena aku bertengkar dengan Hyo” aku akhirnya berjalan, dan dia mengikutiku.

“mm.. ne oppa..”

“untuk apa kau tangisi, harusnya kau menangisi kalau kau putus dengan pacarmu”

“mwo? Aku tidak punya pacar, dan umma tidak mengijinkanku..”

“yah, maksudku nanti..”

“aku takut saja, kalian akan bertengkar.. dan kita tidak berteman lagi..” suaranya makin dalam dan berat. Akhirnya aku menoleh kearahnya yang berjalan sedikit dibelakangku.

“jangan menangis lagi.. dan itu tidak mungkin..” aku terdiam sendiri karena ucapanku.

“benarkah? Kita tidak akan berpisah, kan?” dia menatapku dengan mata penuh dengan air. Kenapa yeoja tidak bisa untuk tidak mengeluarkan airmata?

“ne, benar kok.. yah.. mungkin”

“wae? Aku menyukai kalian..”

“ngh?” aku tertegun karena ucapannya. Maksudnya?

“aku menyayangi kalian.. kalian oppa yang terbaik..”

“ah.. ne.. kamsa..” aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal tentunya.

“apa kalian tidak akan saling meminta maaf?”

“tidak tahu, Hyo itu keras kepala”

“apa oppa tidak mau meminta maaf duluan?” aish. Mana mungkin, Hyuri.

“tidak.. tidak tahu..”

“oppa tahu.. tadi oppa.. sangat.. tidak aegyo”

“mwo? Maksudmu?”

“ne, oppa banyak marah.. kalau oppa kebanyakan marah.. nanti aegyonya berkurang” dia tersenyum lagi. Sebenarnya yang lebih aegyo itu sekarang kamu, Hyuri..

“ah.. ahahah..” aku tertawa canggung. Aku tidak tahu harus merespon apa..

“dan oppa terlalu keras pada Hyo oppa..” dia mulai membahas itu lagi. Yang kulakukan itu benar terhadap Donghyo, dia terlalu banyak mengeluh! Dan aku tidak suka!

“kalau tidak, dia akan terus mengeluh”

“tapi.. aku lihat.. oppa tidak niat mengajari..”

“itu karena dia sudah menyerah terlebih dahulu”

“jadi, kalau begitu, oppa juga sudah menyerah duluan saat akan mengajarinya?” aku terdiam kembali. Yang dikatakan yeoja temanku sejak kecil ini.. mungkin.. benar?

“ah.. tidak.. tahu.. mungkin.. yah..”

“kalau begitu, seharusnya oppa jangan menyerah duluan saat akan mengajarkannya matematika..” dia benar, sih.

“jadi.. aku juga.. sebenarnya salah..” aku menepuk keningku. Baiklah, mungkin karena aku juga dia jadi terkena aura menyerahku..

“mm.. tidak perlu menyalahkan diri kok.. tidak ada yang salah dan benar.. setidaknya Hansung oppa dan Donghyo oppa saling mencoba dan meminta maaf, semua tidak ada yang salah..”

“kau benar.. Hyuri.. sebaiknya aku meminta maaf padanya besok..” aku akhirnya menyadarinya.. terima kasih Hyuri.. kau menyadarkanku..

“ne oppa, itu beru keren!” dia tersenyum kembali dan menepuk pundakku. Tinggi kami sudah berbeda sekarang. dia hanya sepundakku. Hyuri juga bukan kelas 6 SD, dia kelas 5 SD.. setahun dibawah kami. Dia benar-benar maknae yang manis dan penurut.

“ne, kalau begitu, akan kuantar kau pulang, bagaimana?”

“mwo? Katanya belajar?”

“sudahlah, ini sudah mau sore, aku akan belajar bersama Hyo lagi besok” aku tersenyum, dan dia membalas senyumanku.

“baiklah oppa.. antarkan Cho Hyuri ini pulang”

“hahah.. ne, saengie” aku akhirnya mengantarnya pulang. Besok, aku akan meminta maaf pada Hyo.

  • CHO HYURI

“annyeong!” aku masuk ke kelas Hansung oppa dan Donghyo oppa berada. Tapi mereka tidak ada. Mereka dimana? “oppppaaa?” aku akhirnya mencari di taman, di lapangan, dan di perpustakaan. Istirahat siang sudah akan selesai.. aku ingin tahu apa mereka sudah saling meminta maaf..

“ya Hyo” itu suara Hansung oppa! Entah kenapa aku malah bersembunyi dan mengintip dari balik tangga. Mereka sedang di depan ruang BK.. apa yang mereka lakukan?

“ne Hyung..”

“aku ingin meminta maaf” mereka berbicara bersamaan! OMO!

“ah.. ne.. aku.. aku maafkan..” Hansung oppa terlihat terkejut dan bingung.

“aku juga.. memaafkanmu.. mian hyung, aku sudah mengeluh dan menyerah sebelum mencoba..”

“ne, aku juga.. terlalu sering memarahimu..”

“ne, aku tahu itu demi kebaikanku, kan? Agar aku tidak menyerah? Terima kasih hyung” mereka berjabatan tangan dan saling memeluk. Ya! Hyuri juga ingin ikut dalam pelukan kalian!

“hahah.. nanti kita belajar bersama lagi, oke Hyo?”

“ne hyung, kita belajar bersama lagi.. mohon bimbingannya, guru”

“Dan kau ingin masuk SMP yang sama denganku, kau harus ekstra belajar”

“aku pasti bisa!” mereka tertawa bersama. Aku juga ingin ikuut.

“OPPA~” aku berlari dan memeluk mereka berdua.

“Hyuri! Kau.. mendengarnya?” Donghyo oppa merah padam.

“ne~” aku menggandeng tangan mereka berdua. “jadi~ kalian sudah berbaikan?”

“yap, kami sudah” Hansung oppa menepuk kepalaku. “kamsa”

“kalau begitu, aku akan mentraktir kalian berdua! Ayo, cepat ke kantin!” akhirnya aku menarik mereka berdua menuju kantin, dan tentu saja mentraktir mereka seperti yang sudah aku katakan. Hari ini sangat menyenangkan. Mengetahui mereka sudah berbaikan itu menyenangkan. Semoga mereka lulus dan mendapat nilai yang terbaik! Tahun depan, akulah yang akan menjalaninya! Hwaiting untuk diriku!

-ccc-

Hari ini dua oppaku itu graduate dari Elementary School.. ah, aku akan merindukan mereka! Aku harus bisa masuk ke SMP yang sama dengan mereka! Mereka terlihat senang sekali, tentu saja, mereka mendapat nilai terbaik pertama dan kedua. Ini berkat mereka yang selalu belajar berdua. Mereka benar-benar keren. Aku sangat bangga mempunyai oppa seperti mereka.

“oppa!” aku melambaikan tangan dan mereka berlari ke arahku.

“Hyuri! Kau datang”

“ne, komo dan umma yang meminta”

“terima kasih ne, tahun depan, kami akan membantumu belajar juga!” Donghyo oppa terlihat sangat senang sekali.

“ne! aku akan senang sekali!”

“kau harus masuk di SMP yang sama dengan kami, oke?” Hansung oppa juga terlihat sangat senang.

“ne oppa! Pasti!”

“kalian sudah menjadi anak pintar, Komobu akan mentraktir kalian!” Appa Donghyo oppa, Donghae komobu, menepuk pundak kami dan tersenyum.

“ayo kita ke Kona” Appa Hansung oppa, Sungmin komobu mengajak kami juga. Ya~ harusnya umma dan appa juga ikut!

“aku telpon Rin dan Kyu juga kalau begitu” ya! Umma dan appa! Sungbi komo memang paling mengerti~

“kalau begitu, ayo semua kita pergi” Minhyo komo akhirnya berjalan kearah tempat parkir diikuti kami semua. Kami akan menuju Kona~!

Kami sudah tiba di Kona Beans, tempat milik umma dari Jungsoo komobu, Sungmin komobu, dan Appa! Tempatnya sangat keren, dan selalu ramai dikunjungi. Kami —aku, Donghyo oppa, dan Hansung oppa, akhirnya bercanda sendiri meninggalkan para orang tua. Sebentar lagi mereka akan berpisah denganku. Mereka akan meninggalkanku sendirian di SD. Semoga mereka mendapat SMP yang mereka inginkan, dan semoga kita tidak akan terpisah, selamanya. Saranghae, oppa.

-ccc-

Lol, mian aku bingung bikin ceritanya XD

Yah, setidaknya aku bikin sesuatu #loh

Next story about them..

Mungkin saat mereka SMP~

Aw~

Kapan mereka SMA ya~

Kkkk XD

GO DongHanRi !

  • the 1st short story of DongHanRi [Donghyo, Hansung, Hyuri] read it HERE
Advertisements

3 Comments

Leave a Comment
  1. lovelyminbi / May 3 2012 12:56 am

    anakku anak yang sangat pintar :))) kkk…
    seperti appanya :)) *min mencak mencak*

Leave some Advice :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: