Skip to content
June 24, 2012 / hachidarksky

The Fact (PART 1) | [ Lee Hyukjae / Eunhyuk Fanfiction ]

author : hachidarksky

genre : parted, romance, fanfiction, somewhat comedy (?)

language : Indonesian

main cast : Lee Hyukjae / Eunhyuk , Im Kangmi (OC)

other cast : Lee Donghae

notes from author : hehee~ just for fun! XD .. please leave a comment! 😀

part : The Fact PART 1 | The Fact PART 2 | The Fact PART 3-final

“ Hyukjae-yah! Apa kau masih ingat aku? Aku Kangmi, tetanggamu dulu! Kau sangat terkenal ya sekarang.. apa kau heran kenapa aku bisa mendapat nomermu setelah sejak SD kita tidak pernah bertemu lagi? Hahahah.. ya mungkin.. tapi sebenarnya, aku akan ke Seoul dua hari lagi, umma ingin memberi hadiah selamat untukmu, kita bertemu ya! Di Kona Beans yang terkenal di Seoul itu jam 4 sore ya. Sampai ketemu, Hyukkie! –Kangmi”

Pagi-pagi, sudah ada sms dengan isinya yang super panjang tak terdeteksi maksudnya dan dari nomer yang tidak aku ketahui.. siapa Kangmi? Apa salah kirim? Tetangga? SD? Hah?

“apa yang kau lakukan ha? Duduk diam di kasur sambil melihat iphonemu seperti itu?” aku menoleh kearah teman satu dormku, Donghae, dengan wajah bingung campur ngantuk.

“ada yang sms ke hpku.. aku tidak tahu siapa.. salah kirim mungkin..” aku meletakkan iphoneku kembali di meja kecil disamping kasurku.

“ada namanya? Bagaimana dia tahu nomermu?”

“Namanya..? Kangmi.. haah? mana kutahu.. tanya sendiri padanya” aku menguap dan menarik selimutku kembali.

“ya! Ya! Jangan tidur, kita ada latihan pagi! Dan MuBank sore ini!” Hae menarik selimutku dan akhirnya dengan sukses aku terjatuh karena kami saling tarik-menarik selimut tadi.

“mandi, atau kumandikan kau!”

“kau mau memandikanku?” aku menatapnya dengan tatapan yang sesuatu.

“tidak, tidak jadi. Sana mandi cepat!” Hae akhirnya mendorongku masuk kedalam kamar mandi dengan anarki.

“ya, handuk, baju dan pakaian dalamku belum” aku mengintip keluar dan melihatnya mengacak-acak lemariku.

“nih nih” Donghae melempar semua handuk dan bajuku lalu membanting pintu kamar mandi.

“kau kejam, Hae-ya!”

“sudah sana mandi” dan aku mendengar suara pintu dorm kami ditutup dengan kencang. Cih. Dia ini, aku bercanda sedikit selalu seperti itu. Aku kan hanya bercanda. Siapa juga yang mau sama namja. Aku ini namja, dan.. aku.. aku suka yeoja… ne, yeoja.

-ccc-

“kamsahabnida!! Saranghae!” aku dan Hae membungkuk pada penonton di studio Music Bank lagi kali ini. Kami mendapat peringkat satu kembali minggu ini. Kami memang hebat. Dan, Ah.. banyak sekali yeoja disini meneriaki nama kami. Melihat banyak yeoja itu.. rasanya..

“terima kasih dan selamat atas hari ini kalian berdua” sapa kru begitu aku dan Hae turun dari panggung.

“ne, sama-sama untuk kalian” Hae membungkuk pada mereka semua. Para kru yeoja bergerombol mengelilinginya. Huh, dia memang lebih tampan dariku, aku akui itu. Tapi aku lebih keren dalam hal dance dan performance tau. Hmph. Aku merasa tidak dibutuhkan kalau begini.

Tapi, menurutku.. ini tidak apa, sebenarnya.. yah, karena mau bagaimanapun, dan sebanyak apapun yeoja yang mendekati. Hal itu pasti muncul. Uh, membayangkannya saja aku tidak mau.

“Eunhyuk oppa, boleh berfoto bersama?” aku mundur selangkah begitu ada yeoja yang cukup cantik, yang sepertinya fans, mendekatiku. Kurasa dia salah satu pemenang backstage-pass minggu ini.

“ng.. ne.. baiklah..” oke, kali ini aku harus tahan. Semoga dia tidak melakukan macam-macam.

“baik, siap ya kalian berdua..” kru yang memegang handphonenya bersiap-siap mengambil gambar kami berdua.

“kimchiiii !” aigo! Dia memeluk lenganku!

“terima kasih, eunhyuk oppa” dia mengulurkan tangannya padaku. Eh. Apa harus berjabat tangan? Dadaku, berhenti berdetak secepat ini!

“sa—sama-sama..” aku meraih tangan yeoja itu, dan menjabatnya pelan.

“kau memang keren” dan dia pergi meninggalkanku berkumpul dengan para pemenang backstage-pass yang lain. Haaah.. untung saja.

“ya, kau berhasil menahannya lagi.. hahahah.. wajahmu lucu saat seperti itu, kau tahu itu?”

“aish, terserah kau” aku merangkul pundak Hae dan berjalan mengikuti manager kami. Ne, untung saja aku bisa menahannya.

-ccc-

“HAE! HAE!” aku menggedor kamar mandi yang sedang dipakai olehnya pagi-pagi sekali.

“YA! HENTIKAN! AKU SEDANG MANDI DAN MELAKUKAN SIFAT ALAMI MANUSIA! NANTI SAJA!”

“TAPI NANTI AKU LUPA!”

“ISH! LAGIPULA KENAPA KAU SUDAH BANGUN! SUDAH CATAT SAJA DI KERTAS!”

“AAAA! KAU PELIT” aku akhirnya duduk di kasurku kembali dan mengetik dengan cepat di iphoneku. Hm hm, selagi aku ingat, aku akan menulis semuanya. Tapi.. tunggu.. apa benar? aku mencoba membaca ulang semuanya. Dan aku lupa, apa yang hendak aku beritahu pada Hae. Aigo.

“jadi apa?” setelah beberapa lama, akhirnya dia keluar dengan handuk yang melilit rambut basahnya.

“aa—”

“apa?”

“aku lupa..”

“selalu saja”

“tapi kalau tidak salah aku mau membicarakan soal sms yang kemarin itu..”

“tentang itu? Kau sudah ingat soal yeoja bernama Kangmi itu?”

“ne, eh? Memangnya yeoja?”

“loh? Bukan yeoja? Memangnya namja?”

“tidak tahu lagi.. tapi.. kalau namja bernama Kangmi.. ah! Aku ingat! Aku mempunyai teman kecil.. bernama Kangmi. Dia, keren, kuat, dan sangat.. preman!”

“kenapa kau menekan kata preman itu?”

“karena, dia ditakuti oleh siswa satu sekolah SD kami.. dan anak SMP diatas kami juga.. dia punya teman anak SMA juga yang seperti preman..”

“itu.. anak SD?”

“ne, bukankah itu keren? Aku sangat mengaguminya sebagai seorang teman” aku menekan dadaku pelan.

“tapi kenapa ya, saat bersamanya waktu itu, rasanya aku.. berdebar-debar.. masa’ aku menyukainya..?”

“ya! Kau benar-benar menyukai namja?!”

“tidak! Tidak! Tidak tahu.. mungkin.. tidak mungkin! Masa’ iya? Ya! Kau jangan membuatku bingung!!”

“tapi kau dengan keadaan seperti itu, menurutku sedikit wajar kalau kau jadi suka namja..”

“apa maksudmu Hae-ya!” aku mencekiknya kencang.

“UHUK! Hentikan! Kau membunuhku!”

“ah! Pokoknya aku tidak suka namja! Aku suka yeoja!”

“benarkah?”

“NE!”

“kalau begitu.. lihat, foto ini!” tiba-tiba dia membuka satu halaman majalah dan,

“AAAAA!!”

“HAHAHAHAHAH!!” Hae keluar kamar dengan tawa yang meledak setelah memperlihatkan foto yang.. yang benar-benar.. argh!

“AWAS KAU!” aku mengambil majalah yang dia lempar ke kasurnya, dan membuka halaman tadi. Seketika tubuhku bergetar hebat melihat foto itu.

“ye—yeoja.. cantik.. ugh!” aku melempar majalah itu ke pojok kamar, dan akhirnya masuk ke kamar mandi. Memikirkannya membuatku… AAAA!!

——

“hng, jadi, bagaimana dengan hmm.. Kangmi yang uhuk! Ah, ng.. memberimu sms kemarin itu?” Donghae masih tetap mengunyah makanannya. Suaranya sangat aneh memang.

“apa aku harus menemuinya? Kalau dia benar Kangmi temanku itu, aku sih, akan datang..”

“coba saja, kalau iya kan, kau bisa bertemu dengan teman preman yang kau kagumi itu”

“hng.. kalau dia yeoja gimana?”

“ya.. pergi saja dari situ?”

“ah, kau benar” aku menghabiskan makananku, piring ke-3. “baiklah, ayo kita latihan lagi.. Hae, apa besok kau mau menemaniku?”

“ha? Tidak, malas”

“waee? Ayolah”

“nanti kita ketahuan publik jalan bersama.. dan kau itu sukanya menggandeng tanganku! Kalau mereka kira kita memang seperti fanservice yang sering kita lakukan, bisa-bisa aku tidak mendapat yeojachingu”

“itu reflek! Reflek!”

“reflekmu terhadap hal itu terlalu berlebihan”

“mau bagaimana lagi? Bulu kudukku selalu berdiri bila dekat dengan mereka”

“kenapa tidak kau coba sembuhkan sih? Kan begini kau juga yang repot.. kau tidak akan mendapat yeojachingu juga nanti”

“jangan berkata seperti itu! aku sudah berusaha menyembuhkannya, tapi.. tapi tidak bisa..”

“karena kau bilang tidak bisa, jadinya tidak bisa..”

“aku bisa! Aku pasti bisa! Nanti.. kalau aku sudah menemukan yeoja yang.. bisa membuatku berjuang untuk menyembuhkan hal ini demi dirinya..”

“aku pegang kata-katamu” Hae berdiri dan mengambil semua piring dimeja makan kami, dan berjalan menuju dapur.

“apa aku bisa?” aku hanya bisa meletakkan kepalaku yang berat di meja makan. Berpikir banyak hal.

-ccc-

Baiklah.. hari ini telah tiba.. hari janji dengan seseorang bernama Kangmi itu denganku di Kona Beans.. apa dia datang? Apa dia yeoja? Atau dia namja? Entah kenapa dadaku berdegup sangat kencang. Ini sedikit menegangkan. Sepertinya semua pikiran masuk begitu saja. Pikiran buruk lebih banyak.

“ya! Cepat sana pergi” Hae tiba-tiba menendangku keluar dari dorm. Cih. Sudah tidak mau menemaniku, sekarang dia mengusirku. Sampai terjadi sesuatu padaku.. hah! Apa yang akan terjadi padaku!

Aku meminta izin kepada managerku, aku biasa memanggilnya manager hyung. Yah, dia dapat diandalkan, dan sangat.. perhatian? Hm, bagaimana mengatakannya.. yah, pokoknya dia sangat perhatian padaku dan Hae. Mungkin naluri keibuan.. eh, dia namja. Kenapa jadi keibuan. Naluri ayah saja. Hm.. ayah dan ibu.. ibu.. hng. Ibu..? kenapa aku jadi ingat pada ibuku? Cih.

“baiklah, jangan sampai terlihat oleh paparazzi ya”

“ne hyung, aku pergi dulu” aku memasang hoodie jaket bermotif leopardku, untuk menutupi rambut pirangku dan memakai topi hitam, serta masker dan kacamata hitam tentu saja. Sempurna, ini seperti penyamaran di film-film.

GUBRAK!!

“ya! hati-hati jalannya, tidak usah pakai kacamata hitam segala kalau tidak kelihatan”

“n—ne hyung..” aku akhirnya mengantongi kacamata super hitamku itu. Padahal aku sudah berniat untuk menyamar sekeren mungkin. ah. Kacamata tidak berguna.

Aku berjalan dengan cepat menyusuri apgujeong. Berusaha melewati semua orang tanpa menyentuhnya. Dan berusaha melewati orang-orang tanpa ketahuan juga siapa diriku. Bisa-bisa aku diikuti tanpa henti dan ujung-ujungnya aku harus berfoto dengan mereka dan hal lainnya… Ah! Aku tidak mau!

“ng.. anda tidak apa?” seorang yeoja berdiri tepat didepanku, dengan wajah bingung.

“hah? Mwo? Ne, saya tidak apa-apa, maaf” aku membungkuk berkali-kali pada yeoja itu karena ternyata aku sudah berdiri dihadapannya dan menghalangi jalannya dengan semua gerakan anehku saat berpikir. Aigo! Ini memalukan. Aku harus cepat masuk ke Kona. Semoga tidak banyak yeoja di.. sa.. na..

“banyak sekali.. apa ada tempat kosong untukku.. kenapa aku datang jam segini.. ini belum jam 4.. ah..” bagaimana ini. Apa yang kulakukan. Kenapa aku datang duluan? Aku harusnya mengintip dari luar apa ada yang terlihat seperti Kangmi yang kukenal waktu kecil. Aish. Hyukjae kenapa kau bisa seceroboh ini.

Drrrrt

——

“ yo! Sudah ketemu dengan Kangmi itu? ” –Donghae

“ belum, aku malah masuk ke dalam Kona.. (-_-;)

“ babo! Kan aku bilang tadi malam jangan masuk dan tunggu di luar! “ –Donghae

“ iya aku tau! Tapi aku terlanjur masuk dan memesan frappe :’< “

“ babo. Sudah, tunggu saja, mungkin kalau itu benar teman kecilmu, dia akan menghampirimu langsung.. mungkin .__.) “ –Donghae

“ kenapa ada mungkinnya segala sih, aku jadi takut nih! Kalau yeoja gimana haaaa?? >0 “

“ kau berlebihan! Kalau yeoja ya sudah! Hadapi sajaaa! Sudahlah, hwaiting! “ –Donghae

“ HAEEEEEEEEE “

——

Tidak dibalas… cih. Teman macam apa kau! Temanmu sedang kesusahan kau malah santai sekali! Kalau hal itu kambuh gimana ha?! Aish. Mungkin sebaiknya aku pulang saja. Nanti pesananku buat orang lain saja. Aku pergi dari si—Aa—

“Hyukjae?”

“i—iya..?” jangan bilang.. dia.. dia.. “Ka—Kangmi..?”

“ne! Waaah! Hyukkie!” dia memelukku erat tanpa basa-basi. Tidak. A—aku!!

“GYAAAAAAAAAAAA!!”

\(X__x)/ (OAO!!)

Sudahlah. Mati saja aku dipeluk oleh yeoja super cantik macam orang ini. Semua orang juga mendengar dan melihatku berteriak super kencang seperti itu pula.. ini memalukan sekali.. dan.. Tidak mungkin dia Kangmi. Kangmi itu namja. Bukan yeoja seperti ini. Apa jangan-jangan dia melakukan transgender? Kalau mau operasi memperbaiki wajah sih tidak apa! tapi kenapa harus transgender segala! Kangmi! Kemana temanku yang sangat manly dan preman itu!! kembalikan diaaa!!

“Hyu—hyukjae! Ada apa??”

“ti—tidak.. kumohon.. lepaskan aku..” aku mencoba mendorong yeoja ini dengan sekuat tenagaku yang masih ada. Semua bulu kudukku berdiri. Sial. Aku sudah lama tidak seperti ini. Semua yeoja yang mendekatiku semuanya.. wajahnya hanya rata-rata. Dan mereka.. tidak ada yang sampai memelukku segenap jiwa seperti tadi.

“apa kau sakit? Perlu kubantu? Katakan padaku!”

“tidak.. kumohon.. jangan dekati aku..”

“YA! KAU INI SAMA SAJA SEPERTI DULU! CEPAT BERITAHU AKU DIMANA DORM-MU! KITA KEMBALI!” dia tiba-tiba menaruh tanganku melingkari pundaknya dan membantuku berdiri.

“ti—tidak usah.. kau menjauh dariku sudah cukup baik” bagaimana bisa aku membaik kalau dia malah mendekatkan dirinya padaku! Yeoja babo!

“cepat katakan padaku, atau aku tidak akan melepasmu” kenapa dia bisa mengancam seperti itu pada artis sepertiku! Dan kenapa dia sangat kasar tidak seperti yeoja pada umumnya! Dan kenapa dia.. kenapa dia tidak mau melepasku sajaaaaa!!

“di.. ngh.. aku tidak hafal jalannya..”

“dasar babo. Tetap saja tidak hafal alamat tempat tinggal sendiri. Untung saja dulu aku tetanggamu, kalau tidak kau setiap hari tersesat. Sudah. Berdiri dan tunjukkan jalannya”

“ya! Biarkan aku pulang sendiri saja! Lepaskan!”

“cepat naik ke motorku” dia menunjuk motor besar.. yang sangat`namja` di depan Kona. mo—motor? Ke—kenapa yeoja macam dia.. naik motor besar begini..? “ayo cepatlah! Leletmu tidak pernah berubah!”

“ba—baik” kenapa aku malah kalah oleh yeoja! Sial. Aku sudah tidak mempunyai tenaga untuk mengeluh. Semua hal ini membuatku ingin pingsan.

“katakan rutenya, cepat”

“ng.. ada belokan pertama tidak jauh dari sini.. kanan.. apartemen ke.. 4 sebelah kiri jalan?” baiklah, aku memang pelupa kronis. Maka dari itu ada Hae disampingku.

“baik, karena dekat, maka akan lebih bagus kalau aku sekalian menghitung waktu tempuhku. Hahahah.. pegangan”

“ti—tidak usah..” aku mengangkat tanganku tinggi-tinggi. Aku tidak mau menyentuh yeoja ini.

“pegangan, atau jatuh”

“baik bu” aku terpaksa menahan semua ketakutanku dan mencengkram lengan bajunya. Cih. Sial. Sial. Sial. Kenapa ini harus terjadi padaku.

——

“sudah sampai, ini kan?” aku membuka mataku, dan ternyata dia benar. dia berhenti tepat di depan apartemen tingkat 20ku.

“kau.. kenapa bisa tahu”

“tentu saja, Kangmi tau segalanya tentangmu. Sudah cepat turun, ah jangan. Katakan dimana tempat parkirknya”

“di.. underground.. untuk a—HUWA!” yeoja ini. Tidak bisa apa dia bersikap lebih yeoja sedikit! Lama-lama aku bisa pingsan didekatnya.

——

“hei bangun! Segitu saja sudah pingsan, katanya dulu ingin jadi namja sejati seperti.. kelakuanku. Ya! Hyukjae!”

“aduh! Aduh! Hentikan!” aku membuka mata karena tepukan yang menyakitkan dipipiku dan yang terlihat adalah.. yeoja itu, dan Donghae. YEOJA ITU ?!

“KENAPA KAU ADA DISINI!!” ternyata aku benar-benar pingsan.. haish.

“ya Hyuk, kalau kau memperlakukan wanita seperti itu, kau tidak akan mendapat yeojachingu seumur hidupmu..” Hae berbicara tapi senyum-senyum sendiri sambil tetap melihat yeoja yang super cantik di depannya itu.

“kalau bicara padaku, lihat wajahku”

“mian, aku terpana”

“hentikan, babo. Memalukan” aku menendang Hae hingga dia terjatuh.

“apa dia teman satu grupmu itu?” yeoja ini mengalihkan pembicaraan.

“ne.. dia babo setengah mati kalau dekat dengan yeoja” aku memang berbicara pada yeoja ini, tapi aku sudah mundur hingga beberapa meter kebelakang darinya. Menjauh. Harus sangat jauh.

“tidak sekeren yang di tv ya..” dia menatap Hae dengan wajah mengkerut, namun Hae masih saja menatapnya penuh pesona.

“apa yang kau lakukan disini, kenapa dia bisa masuk dorm kita, Hae!”

“ya? Karena.. tidak ada siapa-siapa diluar, dan disini hanya ada aku.. manager hyung pergi dengan temannya tidak tahu siapa. Dan karena dia.. cantik, aku mengijinkannya masuk. Mumpung tidak ada siapa-siapa” aku melempar bantal sofa dan tepat mengenai kepalanya. Tapi dia tidak menggubris sama sekali. Dasar maniak wanita.

“Hyukkie, kenapa kau jauh seperti itu? padahal dulu kita sering main bersama..” yeoja ini malah terlihat sangat sedih. Ya! Kau siapa! Jangan sok sedih dihadapanku!

“kau siapa?”

“aku Kangmi.. Im Kangmi.. kenapa kau tidak mengenaliku.. aku padahal bisa mengenalimu dengan mudah saat pertama kali melihatmu di tv..”

“tidak mungkin kau Kangmi! Kangmi temanku itu.. NAMJA!!” tiba-tiba dia berdiri dengan tangan mengepal dan menghampiriku.

“KAU GILA YA ?!” …dia menginjak-injak perutku dengan senang hati…

“ADUH! HEI! SAKIT! HENTIKAN!”

“AKU IM KANGMI !! YEOJA YANG MENYELAMATKANMU DARI ANAK SMP WAKTU ITU!”

“KANGMI ITU NAMJAAA”

“YEOJAAAA!! INI AKU, BODOH!”

“TIDAK MUNGKIN! DIA ITU SANGAT MANLY, KEREN, DAN SANGAT.. PREMAN!!”

JDUG!!

“YA! KENAPA KAU MENJITAK KEPALAKU! BERSIKAPLAH SEPERTI YEOJA PADA UMUMNYA!!”

“MEMANGNYA TIDAK BOLEH AKU BERSIKAP SEPERTI ITU?? TERSERAH AKU MAU BERSIKAP SEPERTI NAMJA ATAU YEOJA!”

“AAAAA KEMBALIKAN KANGMIKU!!”

“KANGMI YANG MANLY SEPERTI ITU SUDAH HILANG SAAT SMA!!”

“kalian.. bisa kecilkan volumenya sedikit, tidak? Nanti ada security kesini aku ya—”

“BERISIK!”

“a.. silahkan teruskan yeoja..” Hae mundur dan menghilang memasuki kamar.

“HAE!!”

“LIHAT, INI FOTO KITA DULU, MENGERTI? INI, AKU, DAN INI, KAMU!”

“A—BAGAIMANA KAU PUNYA FOTO ITU?! APA FOTO ITU TERSEBAR DI INTERNET??”

“HAH… kau ini.. babonya tidak bisa diperbaiki memang..” dia menghela nafas sangat panjang. Dan duduk di sofa dormku seakan ini rumahnya.

“tidak mungkin kau Kangmi itu..” tiba-tiba dia membuka handphonenya dan menekan keypadnya dengan cepat dan sepertinya hendak menelpon seseorang.. apa.. jangan-jangan.. bala bantuan ?!

“halo umma? Aku sudah bertemu dengan Hyukkie, tapi dia masih bodoh seperti dulu.. masa’ dari dulu dia mengira aku namja.. ne.. HAH?! Umma! Terserah aku dong kalo dulu aku bersikap seperti preman! Ya! Ini salahnya lah! Mana mungkin salahku!”

“ngapain sih dia..” aku bergumam sangat pelan dan dia melihatku tajam. A—apa kedengaran?

“aish! Kenapa umma malah membelanya! Uh! Sudah! Bicara sana sama dia! Buat dia mengerti kalau ini aku! Im Kangmi, `Yeoja Preman` temannya dulu!”

“yeoja… preman.. bfft”

“diam kau, ini ummaku” dia memberikan handphonenya dengan anarki. Mana ada yeoja kasar macam dia. Apalagi ke artis terkenal macam diriku.

“ha—halo..?”

“Hyukkie-yah.. annyeong nak..” oh.. sepertinya aku kenal suara ini..

“ng.. annyeong..”

“kau sudah bertemu dengan Kangmi ‘kan? Bagaimana? Cantikkan dia? Umma sudah berusaha mengubahnya menjadi perempuan demi dirimu lo..”

“h—ha?”

“ne, kau dulu sering main kerumah dan, umma melihat dari wajahmu.. kalau kau sangat menyukainya.. tapi dia terlalu cowok.. jadi umma berusaha menjadikannya yeoja idaman pria! Tapi kau malah pindah ke Seoul dengan appamu..”

“ng.. ini.. Shinmi.. Komo?”

“ne! siapa lagi? Tentu saja.. ini komo, nak!”

Hah?! Tidak mungkin.. kalau ini Shinmi komo yang selalu cerah ceria di usia yang makin bertambahnya dulu itu.. jadi.. dia.. dia.. Kangmi..?

“apa lihat-lihat?” uh. Dia yeoja idaman pria darimana? Kasar begitu.

“tidak ada apa-apa.. ng.. komo.. aku rasa aku bermain dengan anak komo.. yang namja..”

“hahaha! Kau bicara apa nak? Komo cuma punya Kangmi seorang..”

“m—mwo..” iya juga, Kangmi anak satu-satunya juga dikeluarganya.. tapi ini tidak mungkin!

“maaf ya, dia seperti namja soalnya appanya dulu ingin anak namja.. dia jadi kasar dan melebihi namja begitu.. hohoho..”

“n—ne komo.. tidak apa..” matilah aku.

“ah iya, satu lagi.. Kangmi hanya punya kenalan dirimu di Seoul.. jadi.. apa ditempatmu boleh..?”

“a—itu.. aku.. tidak tahu..” jangan kumohon.

“hm.. sayang sekali.. tolong bantu carikan ya nak.. dia ingin sekali bertemu denganmu, jadinya sampai membawa motornya.. tapi malah tidak tahu mau tinggal dimana..”

“ahah.. ne komo..”

“yasudah, komo titip Kangmi dulu ya.. Komo dan Komobu juga harus pergi keluar kota..”

“ng.. baik.. sehat-sehat komo..”

“ne, annyeong Hyukkie sayang.. jaga kesehatanmu juga..”

“ne..”

Dan percakapan panjang itu selesai. Aku menghela nafas berat. Ini kenyataan yang menyesakkan hatiku. Kenapa Kangmi yang kukenal selama ini adalah seorang yeoja.. kenapa.. kenapa dia harus super cantik seperti itu!

“kembalikan handphoneku” dia menarik kembali handphonenya dengan anarki. “kau ini, aku jadi malas melihatmu tau.. sudah jauh-jauh.. kau malah tidak mengenalku”

Bagaimana aku bisa mengenalmu?!  Kangmi yang kukenal itu selalu memakai celana pendek dan t-shirt! Dan rambutnya pendek, hitam, memakai plester luka dimana-mana. Penuh luka perkelahian. Bersikap melebih namja di sekolah. Ahli beladiri seperti ayahnya. Ucapannya kasar dan bernada tinggi. Lalu.. tubuhnya.. sangat.. ng.. itu tubuh saat masih SD.. semua tubuh namja dan yeoja saat SD itu sama! Anak SD itu masih belum mengalami perubahan seperti ini!! Hyukjae! Kenapa kamu bisa sebodoh ini!

“bodoh!” suaranya muncul tiba-tiba. “hyukkie bodoh! Kau ini kenapa cengeng sih!” aku.. memang cengeng. ”bersikaplah seperti namja sejati!” ne.. namja sejati.. seperti Kangmi..

“apa lihat-lihat? Bodoh?” nadanya masih sama. Apa benar dia Kangmi..?

Rambut hitamnya tergerai bergelombang indah sebahu.. ada sebuah highlight berwarna biru gelap yang ia kuncir kecil beberapa dengan rambut hitamnya. Dia memakai t-shirt.. dan cardigan berwarna biru tua. Celana jeans gelap.. sepatu kanvas.. seperti namja.. tapi.. tapi wajahnya. Aigo! Wajahnya.. wajahnya sangat cantik! Aku berani bersumpah dari semua artis yeoja yang telah kutemui, dia yeoja yang paling cantik, dan aku tidak suka itu! aku tidak suka yeoja berparas cantik seperti itu! Mereka membuat bulu kudukku berdiri!!

“maaf ya, dia itu punya penyakit Venusthraphobia.. penyakit, ng.. phobia sih..” suara Hae muncul dikesunyian kami berdua.

“Venusthra-what?”

“Venusthraphobia.. phobia terhadap wanita.. apalagi yang cantik..”

“phobia terhadap wanita? WAHAHAHAHAHAH!! PHOBIA MACAM APA ITU?!” sial yeoja ini malah menertawakanku!

“hahahah! ne, phobia yang aneh, kan?” sial. Hae malah ikut menertawaiku!

“jadi dia tidak suka pada wanita, gitu? Merugikan sekali bagi namja..”

“hm, tidak juga sih.. dengan adanya phobianya itu.. membuatku bisa mendeteksi, mana yeoja yang paling cantik..” mereka tertawa berdua. Sial. Awas kalian berdua.

“urus saja dia, aku masuk ke kamar.. carikan dia tempat tinggal terserah dimana” aku akhirnya masuk kedalam kamar. ARGH!! Kenapa Kangmi harus perempuan? Kenapa dia bisa jadi secantik itu? kenapa jantungku berdebar-debar? Ini berbeda dari detak jantungku saat bertemu dengan yeoja cantik lainnya.. apa mungkin..?

“ah! Sebentar.. berarti aku normal dong.. dulu aku menyukai sosok Kangmi entah tiba-tiba.. apa itu karena, aku tertarik pada aura magnet wanitanya? Iya kah?” aku bergumam-gumam sendiri.

“tentu saja! Berarti aku normal dan masih bisa menyukai wanita! Aku bisa mendapat yeojachingu!”

“tapi tunggu.. dia terlalu cantik.. apa aku bisa tahan berada didekatnya?” Berada di dekat yeoja dengan tampang rata-rata saja aku sudah mau berteriak.. apalagi dengannya. Aku sudah malu setengah mati saat berteriak di Kona tadi.. itu teriakan terkencangku selama hidupku.. bahkan saat menonton konser aku tidak bisa berteriak seperti itu.. ini gawat. Bisa-bisa aku mati kalau dekat dengannya. Jantungku berdegup kencang karena dua hal. Dan aku benar-benar akan mati karenanya.

Tuhan, tolong aku..

—end of part 1—

thanks for reading .. please leave some comment ^^)/

<< PART 3 | PART 2 >>

Advertisements

4 Comments

Leave a Comment
  1. lia960102elf / Jun 25 2012 7:40 am

    Seerrruuu!!!!
    Eonni td ada tulisan -end-, aku kira bnr2 udh end trnyata end of part 1 xD
    Part 2 y d tunggu ya eonni :))

  2. elfcloud3424 / Jun 25 2012 2:42 pm

    Bwahahaha..
    si monyet (?) itu kena Venusthraphobia??
    wkwkwk.. emang ada ya -_-
    dia kan yadong, sejak kapan jadi phobia gitu #plaaak

    Oke oke..
    lanjut ne KyuRin ^^//
    Hwaiting..

    • hachidarksky / Jun 26 2012 12:40 pm

      ada dong phobia cewek cantik XDD
      biar hyuk jera (?) kkk XDD

      ne~ hwaiting :3

Leave some Advice :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: