Skip to content
July 9, 2012 / hachidarksky

This Fluffy Thing Called Love ? (PART 2-final) | [ Cho Kyuhyun and Park Ririn Fanfiction ]

author : hachidarksky

genre : parted, romance, fanfiction, fantasy

language : Indonesian

main cast : Cho Kyuhyun, Park Ririn (@hachidarksky)

other cast : Lee Donghae

part : This Fluffy Thing Called Love ? (PART 1) | This Fluffy Thing Called Love ? (PART 2-final)

notes from author : hehe.. just a super absurd fantasy that I really want to make.. a shapeshifter.. it’s kinda cool y’kno :p

short info before started :

Tyto multipunctata

.

.

.

ok, let’s get started ! to the final..

previous story :

“HOOOT!!”
“uh.. suara burung hantu..? apa yang dia lakukan di jendelaku? Pergi kau bu—“ Ririn tidak sengaja memegang sesuatu yang tidak pernah ia pikirkan.
“ta—tangan?” Ririn membuka selimut yang ia pakai dan ia hanya bisa membelalakkan mata melihat seorang namja sedang tertidur disampingnya.
“Hoot!” ‘selamat malam, tuan’ dan burung hantu itu terbang meninggalkan jendela kamar itu.. dengan pekik kemenangan.
“SIAPA KAU!!” Kyuhyun membuka matanya. Dan semua sudah terlambat.

“SIAPA KAU!!” Kyuhyun terkejut dan segera membuka matanya.

“A—! kenapa kau bangun!” Kyuhyun terduduk dan benar-benar panik melihat wajah Ririn yang ketakutan..

“SIAPA!! KAU SIAPA!!” Ririn memukul namja tampan berbaju putih itu dengan semua kekuatannya. Dia ketakutan. Dia tidak pernah mengira hal seperti ini akan terjadi pada hidupnya.

“tenanglah! Tenanglah!!” Kyuhyun mencoba menahan pukulan keras yang menghantam dada bidangnya.

“LEPASKAN!!”

“RIRIN-AH!!”

“TIDAK!! MMPHH!!”

Kyuhyun mengunci mulut Ririn dengan bibirnya. Ririn masih tetap memberontak dan mulai menendang Kyuhyun sekuat tenaga. Kyuhyun makin membungkam Ririn dengan seluruh tenaganya yang ada. Namun semua pukulan Ririn kian memelan dan tidak bertenaga. Ririn yang sudah mulai tidak bertenaga karena rasa pusing yang kembali datang dan kehabisan nafas pun sedikit demi sedkit mulai kehilangan kesadarannya.

“Kau.. Haah.. Haah..” yeoja mungil itu masih berusaha memukul namja yang telah merebut ciuman pertamanya itu tanpa arah.

KLINTING

“K—Kyu..?” yeoja itu terkejut dengan apa yang dia sentuh. Sebuah lonceng biru yang terikat dileher namja tampan itu, persis dengan milik kucing putihnya itu. Dan dengan seluruh kekuatan terakhirnya, yeoja itu mencoba mengelus pipi putih namja itu.. dan dia pingsan.

“mianhae Rin..” Kyuhyun mengusap airmata yang mengalir di pipi halus Ririn.

“kurasa aku benar-benar mencintaimu sekarang..” Kyuhyun menghela nafas panjang dan beranjak dari kasur Ririn, memakaikan selimut kepadanya. “tapi itu pasti tidak bisa..”

“Hoot!”

“kau lagi” Kyuhyun berjalan pelan menuju kaca jendela kamar Ririn dengan tangan mengepal.

“selamat malam.. jadi, apakah anda mau pulang sekarang?” Burung hantu hitam itu berubah menjadi namja tampan kembali. Berdiri tepat dihadapan Kyuhyun yang telah membuka jendela kamar Ririn.

“apa kau harus mengganggu hidupku?”

“tidak, tapi anda yang membuatnya seperti itu, tuan”

“apa kau pernah merasakan cinta?”

“tentu, tuan”

“lalu kenapa kau menggangguku? Dari semua yang terjadi disini.. ini semua ulahmu” Kyuhyun yang ternyata lebih tinggi dari Donghae mulai memojokkan Donghae.

“tapi.. kau tidak bisa mencintai manusia, tuan” Donghae mulai melangkah mundur.

“yang membuatku mencintainya itu kau! Aku tidak pernah mempunyai perasaan padanya sejak awal! Tapi karena kau datang! Menggangguku! Membuatku harus melindunginya! Mendengar keluh kesahnya! Membuatku menyadari apa yang kurasakan saat melihatnya tersenyum! Bersedih! Dan terluka! Ini semua karenamu!” Kyuhyun mulai mengeluarkan cakar panjangnya dan mengarahkannya tepat ke wajah tampan Donghae. Dan Donghae hanya bisa terdiam.

“cepat pergi dari sini!”

“tuan..”

“sekarang kataku!” Buurng hantu itu pergi dengan cepat meninggalkan apartemen Ririn. Kyuhyun hanya bisa diam menatap yeoja mungil itu berselimutkan selimut abu-abu halus dengan tatapan kosong.

“apa yang harus kulakukan..” Kyuhyun keluar dari kamar Ririn dan merebahkan diri di sofa.

“dia pasti berpikir yang tidak-tidak tentang diriku..” dia menghela nafas panjang dan menutupnya wajahnya dengan telapak tangannya.

“benar-benar tidak ada harapan..”

-ccc-

“ngh..” Ririn terbangun karena matahari yang menyilaukan matanya menyusup masuk dari celah gorden jendelanya yang terbuka.

“siapa.. yang membuka gorden.. ngh.. Kyu..”

“KYU!!” Ririn membuka selimutnya dan tidak ada apapun. Siapapun.

“siapa.. namja itu.. argh” Ririn menahan kepalanya yang berdenyut. “uh.. apa itu mimpi..”

Ririn bangun dengan susah payah. Dia masih bisa merasakan hangatnya ciuman yang ia dapatkan tadi malam. Namja yang tidak dikenal. Entah kenapa membuat jantungnya berdegup sangat kencang.

“siapa.. kenapa wajahnya begitu sendu.. kenapa dia melakukannya..” Ririn menyentuh bibirnya kembali, dan ingatannya sekilas membuatnya terkejut.

“Kyu.. dimana dia?” Ririn mulai mencari kucing putih berlonceng biru itu di seluruh penjuru kamarnya. Tapi tidak ada tanda-tanda keberadaannya sedikitpun.

“Kyu! Kau dima—“ Ririn berhenti berteriak saat melihat kucing putihnya itu tertidur di sofa ruang tv. “kenapa kau disini..”

“mngh.. mii..” Kyuhyun membuka matanya dan dia terkejut. Yeoja itu menangis.

“jangan pergi dariku..”

“mii..” Kyuhyun hanya bisa menjawab iya padanya. Dia benar-benar berjanji tidak akan menunjukkan wujud aslinya pada yeoja ini. Lebih baik menjadi kucing seumur hidup untuknya daripada mengalami penolakan dari yeoja yang ia cintai.

“apa kau mau makan?”

“nyaw!”

“baiklah, ayo” Ririn menepuk kepala kucing putih itu pelan dan berjalan menuju dapur.

Seperti hari-hari sebelumnya, Ririn membuatkan makanan untuk Kyuhyun. Tapi kali ini dia sedikit melamun. Dia memikirkan namja tidak dikenal itu. namja yang entah kenapa, memakai kalung lonceng dilehernya. Hal itu membuat Ririn berpikir keras.

“ini, selamat makan..”

“aku mandi dulu ya..”

“miaw!” ‘kau tidak makan?!’

“oh, akhirnya kau mau ikut?” ini baru pertama kalinya Ririn tidak bisa membaca permintaan kucing yang ia pelihara. Dia terlalu banyak berpikir. Dia tidak bisa berpikir jernih.

“mii..” ‘bu—bukan itu..’

“ayo” Ririn langsung mengangkat Kyuhyun tanpa basa-basi, dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.

“miaaaaaawww” Kyuhyun mencakar pintu kamar mandi dan Ririn hanya tertawa melihatnya.

“kau benar-benar tidak suka air? Aku hanya bercanda.. keluarlah..” Ririn membuka pintu kamar mandi dan membiarkan Kyuhyun berlari keluar dari kamar mandi.

“hehe, Mian Kyu”

‘aish.. yeoja ini masih sempat mengerjaiku.. bagaimana jadinya kalau aku di dalam sana.. aku pasti.. akan mati kehabisan darah’ Kyuhyun menghela nafas dan kembali ke dapur untuk memakan makanannya.

.

.

“aku pergi dulu.. jaga rumah ya.. oh ya, makanan habis.. jadi aku akan membelikan dulu di supermarket.. daging kan? Sampai jumpa Kyu”

“mii..” Kyuhyun mengantar kepergian Ririn hingga pintu itu tertutup. Dan Kyuhyun kembali menghela nafas.

‘aku jadi lebih sering menghela nafas.. haah.. semoga tidak ada yang menggangguku.. aku ingin istirahat..’ Kyuhyun berjalan pelan ke kamar tidur Ririn, melompat keatas kasur, melingkarkan diri senyaman mungkin. Dan kemudian tertidur dengan lelap.

“yah, Ririn-ah.. annyeong” sapa teman kampus Ririn. “Rin? tumben melamun?”

“ng? mwo? Tidak apa.. tidak ada apa-apa..”

“kau memikirkan sesuatu?” tanya temannya yang lain.

“tidak.. tidak tahu..”

“jarang sekali kau lesu seperti ini.. kau jatuh cinta?”

“AH MWO??” Ririn menggebrak mejanya dan berdiri. Seluruh ruangan memperhatikannya.

“ssst.. tidak usah menggebrak meja seperti itu..”

“maaf.. aku.. aku tidak tahu.. ini membingungkan..”

“kenapa? Ada apa?”

“seorang namja.. merebut first kiss ku..”

“heh?! Ada namja kurang ajar seperti itu!! dia merebut ciuman pertamamu?!”

“ne.. tapi..”

“tapi apa?” kedua temannya itu mendekatkan wajah mereka pada Ririn. Ririn akhirnya tertawa karena ulah kedua teman dekatnya itu.

“tapi kurasa tidak apa.. aku.. namja itu.. kau tahu.. walau aku baru pertama kali bertemu dengannya.. dan dalam situasi yang sangat aneh.. tapi.. aku merasa tenang bersamanya.. auranya sangat hangat dan familiar..”

“jantungmu berdebar?”

“ng.. sampai sekarang”

“yah, officially in love itu sih..”

“e—eh?”

“seperti apa? seperti apa dia? Namja yang akhirnya berhasil merebut hatimu? Hm?” mereka mulai mendekatkan wajah mereka lagi.

“yaah.. jangan dekat-dekat..” Ririn mendorong kedua temannya menjauh.

“katakan pada kami.. kami sahabatmu”

“dia.. dia.. dia namja..” mendadak wajah Ririn berubah menjadi merah.

“kami tahu itu, Rin”

“namja yang.. tampan.. matanya berwarna biru terang.. tatapan matanya sangat teduh.. rambutnya coklat pirang.. kulitnya putih susu.. dia memakai setelan berwarna putih bersih. Namja yang.. besar.. tinggi maksudku.. dia pasti sangat tinggi.. dan dadanya, sangat bidang..”

“oh.. apa itu orang luar korea? Amerika? Eropa?”

“tidak.. kurasa tidak..”

“lalu? Apalagi?”

“cengkeramannya sangat kuat.. dan, bibirnya.. lembut dan hangat..”

“ya, Ririn-ah.. kau mulai pervie”

“a—apa? aku hanya mendeskripsikannya!” Ririn kembali memerah.

“Rin-ah, kau harus mendapatkan namja itu.. kau berdebar-debar karenanya.. dan wajahmu sangat merah seperti strawberry, tomat, semangka, dan semua buah berwarna merah sekarang”

“a.. aku tidak tahu apa akan bertemu dengannya lagi.. dia sangat.. misterius..”

“kau harus menghargai setiap momen bersamanya kalau begitu.. jangan berbicara, rasakan saja..” ucap temannya seperti seorang guru.

“ne, dia benar.. pasti namja itu sangat istimewa hingga bisa merebut hatimu.. cherish every moment he was there with you..

“ng.. baiklah.. ah, guru sudah datang.. ayo kalian berdua duduklah di kursi, jangan di meja seperti itu!”

“arasseo~” akhirnya mereka memulai mata kuliah mereka.

“aku kerja dulu ya.. hati-hati dijalan..” Ririn melambaikan tangannya pada kedua teman kampusnya yang telah mengantarnya hingga stasiun Hoegi itu, dan mulai berjalan pelan memasuki stasiun setelah mereka pergi.

“rasanya malas sekali..” Ririn masuk kedalam keretanya. Menuju stasiun di Oksu.

Sesampainya di Stasiun Oksu, dia berjalan sebentar beberapa blok dari stasiun dan sampailah dia di café tempatnya bekerja part-time. Saat dia hendak membuka pintu belakang café itu, dia melihat segerombolan kucing dan akhirnya menghampiri mereka sebentar.

“selamat sore.. apa yang kalian lakukan?” ucap Ririn pada segerombolan kucing itu, dan tiba-tiba mereka berhamburan pergi dari Ririn.

“uh, wae? Biasanya kucing-kucing yang mendekatiku.. kenapa malah lari?” Ririn menghela nafas panjang dan masuk ke dalam café. Teman kerja part-timenya sedang bersiap-siap dan mengenakan apron berwarna ungu gelap.

“selamat sore, unni” sapa Ririn ramah.

“selamat sore, Rin.. kau kenapa? Jarang sekali aku melihatmu lesu seperti itu?”

“ah? Aku tidak apa.. hanya kurang makan saja mungkin..”

“ah.. jangan sering telat makan Rin, tidak baik loh.. ohya, hari ini bos ulang tahun, kita akan mengadakan pesta setelah café tutup. Ikut ya?”

“mwo? Tapi.. aku..” Kucingku.. batin Ririn dalam hatinya.

“kau kan tinggal sendiri, jadi tidak apa kan? Ini spesial loh, kita juga akan merayakan 2nd anniversary café ini juga..”

“eh? Bukannya masih seminggu lagi.. ya?”

“ne, tapi bos akan pergi hari itu.. jadi dimajukan jadi hari ini.. ok?”

“uhm.. baiklah..”

“ne! ayo kita kerja sekarang!” aku hanya melambaikan tanganku pelan padanya dan memakai apron ungu ku.

“semoga Kyu tidak kelaparan.. hmph..”

“urkh.. kapan dia pulang.. sudah semalam ini.. dan bagaimana aku bisa sembunyi darinya sekarang??” Kyuhyun mulai panik sendiri di apartemen Ririn.

“aku lapaarr!!” akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk membuat makanan untuknya sendiri. Tapi tidak bisa. Ririn belum berbelanja untuk makanan di apartemennya ini. Semua habis. Habis sudah.

“ada microwave meal tapi tinggal kesukaannya.. mana mungkin kumakan..” Kyuhyun meletakkan makanan itu kembali kedalam kulkas dan sedikit membanting pintunya.

“ish.. aku lapar. Apa aku keluar saja mencari makan? Tapi aku tidak punya uang.. arrgh.. saat seperti ini harusnya butler babo itu datang”

“kalau anda memanggil, saya pasti akan datang” Kyuhyun mundur beberapa langkah hingga hampir terjugkal karena sofa dibelakangnya.

“KAU! Jangan mengagetkanku!!”

“mari kita keluar? Saya tahu tempat bagus dengan makanan enak di dunia manusia ini” tanya butler berwajah tampan itu.

“tapi aku tidak akan kembali ke sana” jawab Kyuhyun tegas.

“saat ini, saya lebih mementingkan perut anda yang sudah berbunyi, tuan”

“hiss.. baiklah cepat” Kyuhyun menatap namja itu sinis karena senyuman yang terpampang diwajahnya, dan keluar dari kamar apartemen Ririn menuju lift.

“aahh.. aku terlalu mengikuti pestanya hingga lupa kalau sudah selarut ini.. uh.. ini menyeramkan..” Ririn berlari dengan cepat keluar dari stasiun Sinsa menuju apartemennya.

“apa Kyu sudah makan? Tidak mungkin kan.. omona! Aku lupa ke supermarket! Aish! Ahhh!! Saat ini aku harus pulang dulu!” Ririn akhirnya masuk ke gedung apartemennya dengan terengah-engah dan melihat pintu lift yang hampir tertutup.

“AH!! Tolong tahan pintu lift itu!!” teriak Ririn pada dua namja berpakaian kontras di depan lift.

“mwo? Ri—“ Ririn hanya melihat kedua namja itu bingung karena apa yang mereka lakukan. Yang berpakaian putih menutup mulutnya, dan yang berpakaian hitam terlihat sedang menahan tawanya.

“jebal! Omo! Liftnya!”

“ah! Arasseo” namja berpakaian putih yang sebenarnya adalah Kyuhyun itu langsung menahan pintu lift itu. “silahkan..” dan memberikan senyum terbaiknya.

“kamsa!” Ririn bergegas masuk dan menekan tombol angka 14.

“cheonmayo, Ririn-ah”

Ririn membelalakkan matanya mendengar suara namja itu. Dia kemudian melihat namja itu dari atas hingga bawah dan kembali lagi ke atas. Menatap mata birunya sekilas.. dan pintu lift tertutup.

“na—namja itu!!” Ririn tersadar dari lamunannya dan mencoba menekan tombol untuk membuka pintu lift. Tapi lift akhirnya terbuka di lantai dua.

“ish.. namja itu.. na—dia.. apa dia tinggal di apartemen ini??” Ririn menekan dadanya yang tiba-tiba berdegup kencang. Dia bisa merasakan wajahnya yang memanas tiba-tiba.

“apa mungkin benar.. aku menyukainya.. uh.. ini membingungkan” akhirnya Ririn keluar dari lift di lantai 14 dan berjalan gontai menuju kamarnya.

CKLEK

“omona? Aku tidak menguncinya?” Ririn masuk ke dalam apartemennya dan kali ini menguncinya dengan benar.

“Kyu? Kau dimana? Mian aku tidak ke supermarket.. tadi ada perayaan tempat kerja part-time ku.. kau tidak marah, kan?” Ririn berjalan mengelilingi apartemennya untuk mencari kucing putihnya itu.

“Kyuu? Aku kasih microwave meal favoritku deh.. keluarlaah.. Kyuu”

“uh.. dimana diaa..” Ririn mencari hingga ke bawah lemari, tempat tidur, sofa, meja, semuanya yang bisa jadi tempat sembunyi. Hingga dia terkejut melihat jendela kamarnya terbuka.

“omona!! Tidak mungkin dia terjun, kan?” Ririn memukul kepalanya sendiri memikirkan itu.

“mungkin dia jalan-jalan.. juga mencari makan.. semoga saja tidak sampai jatuh kebawah.. semoga jendela di tangga darurat terbuka.. kalau begitu kubiarkan jendela ini terbuka saja”

“hmph.. aku sudah makan terlalu banyak.. dan rasanya ngantuk sekali.. uh.. juga pusing.. berapa gelas yang kuminum tadi? Umph” Ririn menahan mulutnya dan berlari menuju dapur untuk segelas air.

“sebaiknya aku tidur saja..” Ririn akhirnya membersihkan diri lebih cepat dari biasanya dan langsung menuju tempat tidur.

“apa.. namja itu.. uh tidak.. tidak mungkin.. kehangatan yang kurasakan tiap malam tidak mungkin darinya.. tapi.. tapi aku berharap iya.. sudahlah! Apa yang kupikirkan! Rin babo!”

“apa ku buka saja kunci pintunya? Uh.. kenapa aku jadi seperti ini? tapi” Ririn akhirnya berjalan ke pintu depan dan membuka kuncinya.

“uh, kuharap bukan namja lain yang datang..”

“dan Kyu, cepatlah pulang..” Ririn akhirnya kembali ke kasur empuknya, dan terlelap.

“apa tidak sesuai selera anda, tuan? Tempat ini membuat makanan yang anda suka”

“bukan itu! ini enak, dan aku lapar, jadi semua enak.. tapi aku memikirkan Ririn daritadi!!” Kyuhyun kembali melahap makanannnya lagi.

“aku pulang sekarang, bayar semuanya oke” Kyuhyun berdiri dan langsung meninggalkan meja dengan piring kosong yang sangat banyak itu untuk Donghae.

“arasseo tuan, apa tuan tidak mau pulang?”

“tidak, sudah kubilang aku tidak mau pulang kesana”

Kyuhyun akhirnya berjalan cepat menyusuri Garuso Street agar cepat kembali ke apartemen Ririn. Dia berharap Ririn tidak menguncinya. Kalau tidak.. dia akan bertaruh nyawa untuk masuk melewati jendela kamar Ririn.

“permisi, tuan siapa?” Kyuhyun terkejut karena perkataan security apartemen.

“ah.. saya.. temannya Park Ririn.. dia.. meninggalkan barangnya tadi.. di.. tempat kerjanya” Kyuhyun menutupi kalung dilehernya seraya menunjukkan paper bag berwarna ungu yang sebenarnya berisi sebuah kalung dengan liontin berbentuk kucing yang ia temukan di Garosu Street tadi saat pulang. tentu saja, dia sudah meminta uang pada Donghae di restaurant tadi. Dengan pemaksaan.

“oh.. baiklah.. dia dilantai 14”

“ah ne.. apa lift ini sampai basement untuk tempat parkir kendaraan?” tanya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.

“ne tuan”

“oh! Kalau begitu saya langsung menuju tempat parkir saja saat pulang.. kukira tadi tidak ada..”

“ah ne, tempat liftnya memang tidak terlalu terlihat..”

“ne.. haha.. ya.. baiklah.. saya.. bertemu dengan Ririn dulu.. pak.. permisi” Kyuhyun langsung masuk ke dalam lift dan menghela nafas panjang begitu pintu lift tertutup dan naik.

“tentu saja aku tahu ada lift sampai ke tempat parkir.. huh, untung saja dia gampang diakali.. kalau tidak akan sangat aneh aku tidak keluar dari apartemen ini.. aktingku memang sempurna”

Kyuhyun berdiri dengan tegak kembali begitu pintu lift terbuka dan menutup kalung dilehernya. Seorang namja besar masuk, dan Kyuhyun hanya bisa berdiri diam dipojokkan. Kyuhyun menatap namja itu heran. Dia masuk dari lantai 6 dan memencet angka 15, bukan 1. Dia melihatnya dengan seksama dari atas kebawah. Merasa mengenali orang itu dari postur tubuhnya.

TING

“hei, kau turun di lantai 14 atau tidak?”

“ah? Ne.. mian” Kyuhyun keluar dengan cepat dan membungkuk beberapa kali.

“tidak usah sampai seperti itu, Kyu”

“eh?” Kyuhyun terkejut mendengar namanya disebut oleh namja yang tidak ia kenal. Tidak. Suara itu dia mengenalinya. Orang yang hilang.

“siapa dia?” Kyuhyun berjalan menuju kamar Ririn dan mulai berdoa agar dia tidak usah bertaruh nyawa malam ini.

“oh, tidak di kunci.. eh? Kuncinya menggantung disini? Kurasa dia tidak seceroboh itu?” Kyuhyun akhirnya menguncinya dan meletakkan kunci itu di tempat Ririn biasa menggantungkannya.

“aku.. pulang..?” Kyuhyun mengetuk kepalanya sendiri.

“ish, wae aku menagatakn hal itu” dia masuk kedalam kamar Ririn dan melihat yeoja mungil itu sudah terlelap dalam tidurnya berbalutkan selimut.

“humani.. kenapa kau harus humani..” Kyuhyun mendekatkan dirinya dan mengecup kening Ririn lembut.

“Kyu..” namja berbaju putih itu tersentak kaget karena igauan Ririn. Dadanya berdegup kencang.

“ish.. jangan igaukan aku.. ini untukmu.. yeoja manis” Kyuhyun meletakkan paper bag berwarna ungu gelap, warna kesukaan Ririn, di meja kecil di sebelah tempat tidurnya.

“kurasa sebaiknya aku tidur.. kan? Kuharap dia tidak terbangun lagi.. sebaiknya kututup jendela ini juga”

Setelah akhirnya mematikan lampu ruang tv dan dapur, Kyuhyun menutup jendela kamar Ririn dan masuk kembali kedalam selimut tebal Ririn. Memeluknya.

“hm.. kuharap hal ini akan terus seperti ini saja.. saranghaeyo..” Kyuhyun memejamkan matanya perlahan dan beberapa saat kemudian ia tertidur.

.

.

“hmmh.. berat..” Ririn membuka matanya perlahan dan hampir berteriak kembali saat melihat sesosok namja sedang memeluknya erat seakan tidak akan pernah melepaskannya walau dunia sedang berakhir.

“namja.. bermata biru..” Ririn mengingat ucapan saran dari teman kampusnya.. cherish every moment he was there with you..

“kau datang..” Ririn mengelus pipi namja itu. Halus dan lembut.. batin Ririn.

“sebenarnya kau siapa.. hei namja?”

“bajumu.. seperti seorang pangeran.. tuxedo.. putih bersih.. dengan aksesoris yang tidak wajar..” Ririn meraba baju putih yang namja itu kenakan, dan lonceng biru yang terasa familiar.

“kulit seputih susu.. dada yang bidang.. dan pelukan yang erat.. ah. Apa aku mulai pervie?” tanya Ririn pada dirinya sendiri saat dia merasakan getaran aneh di dalam dadanya.

“mungkin aku hanya bisa bertemu denganmu saat aku tertidur seperti ini.. tapi kuharap kau akan selalu menemaniku.. kuharap aku bisa mengetahui siapa dirimu..” Ririn memberanikan diri memeluk namja itu dan menyandarkan kepalanya pada dada bidangnya.

“kamsa.. jaljayo..”

-ccc-

“SELAMAAAT PAGII!!” seru Ririn saat ia bangun dengan wajah cerah ceria seperti hari-hari sebelumnya.

“ngghh.. nyaaow” Kyuhyun meregangkan tubuhnya yang sedikit terasa kaku.

“uhm.. Kyu? Sejak kapan kau pulang?” Ririn mengusap bulu lembut kucing putih itu dan berdiri meninggalkan kasur. Tidak melihat benda ungu dimejanya.

“MIAW!!” ‘YEOJA!! Lihat benda itu!” Kyuhyun mengeong kasar hingga membuat Ririn menoleh kearahnya.

“OH!! Apa ituu” Ririn membuka paper bag itu, dan dia melihat sebuah kotak kecil berwarna ungu pula didalamnya. Dia membukanya, dan hampir saja dia menitikkan airmata karenanya.

“lucu sekali..” Ririn mengeluarkan kalung berliontin kucing itu perlahan. “siapa..?”

‘Kuharop kau suka..’ –yours

“y—yours? Siapa.. dia..? namja bermata biru itu?” Ririn bergetar membaca surat kecil didalam kotak itu.

“aku akan selalu memakainya.. pasti” gumam Ririn pelan. Kyuhyun tidak mendengarkannya.

“ayo kita makan! Aku akan memberimu microwave meal favoritku!” Ririn menggendong Kyuhyun setelah meletakkan liontin itu ketempatnya dan berjalan riang menuju dapur.

“karena aku pulang sedikit malam lagi.. aku akan membuka jendelanya.. kau bisa keluar dari sana, kan?” Ririn berjalan kekamarnya dan terkejut melihat jendela kamar itu tertutup, terkunci.

“ng.. apa aku menguncinya?” Ririn mengetuk-ngetuk kepalanya dan akhirnya membuka jendela itu.

‘sial! Iya juga.. kenapa ku tutup.. uh.. aku babo.. ah!! Pintunya juga!! Aku menguncinya dan meletakkan kuncinya di tempat biasanya.. arkh! Babo babo babo”

“oh mwo.. bukankah, tadi malam kuncinya.. tidak disini” Ririn mengambil kunci dengan gantungan logam bertuliskan Kyunghee itu dan menatapnya dengan wajah heran.

“ah, sudahlah.. jangan pulang larut malam juga kalau sudah jalan-jalan ya, Kyu.. jangan menghilang!” Ririn mengecup kucing putih dalam gendongannya itu.

“aku pergi” Ririn keluar dan mengunci pintunya.

“jendela.. dan pintu.. kenapa bisa terkunci? apa mungkin, namja itu? tapi.. harusnya dia.. apa.. jangan-jangan.. Kyu.. ah.. apa yang kupikirkan” gumam Ririn yang masih bersandar pada pintu apartemennya. “aku harus kuliah” Ririn akhirnya berjalan menuju lift dan pergi.

‘ish .. hampir saja.. untung dia tidak suka berpikir yang berbelit-belit.’ Kyuhyun melopat duduk di sofa dan menjilati bulunya. ‘urkh.. hairball..?’

-ccc-

“hoot!” seekor burung hantu melayang masuk disaat Kyuhyun sedang mengacak-acak lemari dapur Ririn.

“yah, baguslah kau datang disaat aku kelaparan” Kyuhyun berdecak kesal karena tiga hal. Ririn benar-benar pulang larut malam lagi, tidak ada makanan, dan dengan benar-benar terpaksa dia harus meminta pertolongan butlernya itu untuk mendapatkan makanan.

“tapi bagaimana anda keluar sekarang, tuan? Dia mengunci pintunya”

“ah, pintu seperti ini bukan apa-apa.. aku selalu membobol pintu kerajaan.. kau tahu itu” Kyuhyun mengeluarkan cakarnya dan mencoba membuka pintu dunia humani ini.

“yup, berhasil” Kyuhyun dan buter itu keluar dan berjalan menuju lift.

“apa saya masih bisa mengajak anda pulang?”

“tidak, tidak akan pernah bisa”

“tapi keadaan anda.. saya tahu anda menyembunyikan ini padanya”

“ne, karena kau”

“apa anda ingin terus seperti ini?”

“yap, begitulah”

“apa yang terjadi bila dia mendapat namjachingu?”

“apa kau harus menanyakan hal itu?” Kyuhyun langsung masuk ke dalam lift begitu lift itu terbuka.

BRUK

“kau pintar, tapi ceroboh seperti biasanya” ucap sebuah suara. Orang yang tidak sengaja Kyuhyun tabrak di dalam lift.

“ah.. namja besar yang.. tinggal di lantai 15..?”

“ne, dan kurasa kau tidak ingat padaku, Kyu?”

“siapa?” Kyuhyun meneliti namja itu lagi dengan seksama.

“ya, Donghae.. dia memang pelupa..”

“a—anda..” Donghae terpaku melihat sosok namja didepannya itu.

“yap, aku”

“humh.. aku pulang terlalu malam lagi.. uh.. setidaknya aku bisa menyelesaikan tugas kuliahku di café.. bos memang baik” Ririn berjalan cepat seperti biasa dari stasiun Sinsa menuju apartemennya.

“semoga Kyu sudah pulang.. setidaknya aku mendapat makanan dari café juga tadi.. ah.. semoga kerjaku baik dan bisa membalas kebaikan bos café itu..”

“selamat malam!” Ririn menyapa security yang setia menjaga gedung apartemennya itu.

“malam Rin.. apa kau sudah mendapat barangmu yang ketinggalan?”

“barang apa ya pak?”

“kemarin malam, tengah malam.. ada namja bermata biru dengan baju putih.. katanya ingin memberimu barang yang tertinggal di café”

“namja.. bermata biru?”

“ne, dia membawa paper bag berwarna ungu”

“ah..” Ririn mengingat kembali paper bag ungu berisi liontin di mejanya itu. “ah ne, sudah kudapatkan.. terima kasih pak.. apa dia keluar lagi dari sini?”

“hm, saya kurang tahu.. karena kurasa dia langsung menuju tempat parkir melalui lift. Tapi setahu saya, tidak ada suara mesin mobil yang keluar dan melewati depan apartemen ini tadi malam”

“ah.. ng.. baiklah tidak apa.. terima kasih” Ririn membungkuk pada ahjussi itu dan masuk kedalam lift dengan sebuah senyuman normal.

Namun begitu pintu lift itu tertutup..

“benar-benar darinya.. tuhan.. apa yang harus kulakukan.. rasanya ingin meledak saja sekarang…” Ririn terduduk lemas di dalam lift sambil memegang erat dadanya yang berdegup tidak berhenti.

“aku akan memberitahu Kyu tentang namja itu!” Ririn melangkah riang masuk kedalam kamar apartemennya.

“hng? Aku menguncinya.. aku yakin aku menguncinya!!” dia terkejut begitu membuka pintu apartemennya. Kuncinya tidak bekerja, pintu itu terbuka. Apa yang salah dengan kamarnya? Pikirnya.

“kuharap.. tidak ada pencuri.. ng.. Kyu?” Ririn mulai mencari dan mencari. Tidak ada Kyu. Jendela terbuka. Mungkin Kyu pergi berjalan-jalan lagi. Setidaknya itu yang Ririn pikirkan.

“aku akan meletakkan makanan ini kalau begitu.. mungkin dia ingin makan malam lagi.. jendela terbuka, pintu.. terkunci” Ririn berjalan kembali ke pintu depan dan membuka kuncinya.

“kuharap dia datang lagi..” dan masuk kekamar mandi, membersihkan diri, lalu menuju kamar tidurnya. Untuk masuk ke alam mimpinya.

.

.

In the other place..

.

.

“TUAN! Kenapa anda ada di dunia manusia?!” Donghae berteriak kencang di atap apartemen, apartemen tempat Ririn tinggal.

“Hyung, kenapa.. kau ada disini? Ternyata selama ini kau menghilang.. kau.. di.. dunia manusia?” Kyuhyun mengguncang-guncangkan tubuh hyungnya yang telah menghilang sejak lama itu.

“ne.. apa semua mencariku?”

“TENTU SAJA!!” Donghae kembali berteriak. “Hyukjae mencarimu sampai terkena hukuman”

“ah, that Tyto multipunctata..”

“Donghee hyung! Aku merindukanmu!!”

“ne Kyu! Kita dulu sering mengambil makanan bersama.. hahahah” Kyuhyun dan namja besar yang ternyata bernama Donghee itu tertawa bersama.

“kenapa kau ada disini?”

“kenapa kau ada disini, kalau begitu?” tanya Donghee kembali pada Kyuhyun.

“eh.. kau pasti tahu, hyung..”

“perjodohan, kan? Kalau begitu sama”

“eh? Sama? Maksud hyung..”

“ne, sama.. tapi lihat” Donghee menunjukkan benda berwarna perak yang melingkar di jari manisnya kepada dua namja didepannya.

“apa itu?”

“aku sudah mempunyai pasangan”

“kau menerima perjodohan appa??”

“tidak” sanggah Donghae, dan dia menghela nafas panjang. “inilah yang membuat Hyukjae dihukum sangat berat.. Donghee menikah dengan manusia.. Hyukjae tidak bisa berubah menjadi wujud humani lagi sejak saat itu..”

“benarkah?” tanya Donghee dan Kyuhyun bersamaan.

“ne..” Donghae kembali menghela nafas. “inilah mengapa tugas sebagai Butler keluarga kerajaan.. sangat keras.. tuan.. bila kami salah, kami tidak akan bisa merasakan wujud humani kembali.. dan kembali ke hutan gelap di balik kerajaan..”

“apa semua Tyto seperti itu?” tanya Kyuhyun sedikit memelankan suaranya.

“ya, semua Tytonidae..” Donghae menatap langit gelap yang tidak dihiasi oleh bintang satupun malam ini.

“kenapa aku tidak tahu hal itu” Donghee bergumam pelan, namun Donghae yang seorang shapeshifter berwujud burung hantu bisa mendengarnya dengan tajam.

“karena ini adalah rahasia kerajaan dan kaum Tyto” tiba-tiba Donghae mengeluarkan sebuah senyuman tipis, dan mengalihkan pandangannya kepada Kyuhyun.

“a—apa?”

“anda tahu saya selalu bersamamu ‘kan, tuan”

“ng.. ne..”

“saya selalu membela semua keinginan anda.. menjaga anda.. saya tidak bermaksud untuk memaksa anda menikah dengan pilihan tuan besar..”

“maksud.. pembicaraanmu?”

“istri saya sudah tiada.. teman terbaik saya tidak dapat bersama saya kembali di istana.. apapun yang terjadi pada diri saya, saya sudah tidak terlalu memikirkannya..”

“Donghae.. hyung?”

“apa anda benar-benar mencintai wanita itu?” Kyuhyun tertegun karena ucapan butlernya itu.

“ne..”

“apa dia mencintai anda?”

“aku.. tidak tahu..” Kyuhyun mulai menunduk pasrah akan pertanyaan satu itu. dia mencintai wanita itu, tapi apa wanita itu memiliki perasaan yang sama padanya? Yeoja itu tidak pernah mengetahui wujud Kyuhyun yang sebenarnya. Dan saat yeoja itu tau, Kyuhyun malah menyakitinya. Membuatnya menangis.

“saya tidak ingin anda terluka dan bersedih karena masalah ini.. apapun pilihan anda sekarang.. saya akan selalu memihak anda, tuan” Donghae memeluk namja yang memakai baju putih bersih itu dengan erat. “saya menyayangi anda seperti anak saya sendiri”

“hyung..” pikiran dan perasaan Kyuhyun mulai bercampur aduk. Dia ingin bersama wanita itu. tapi dia tidak ingin membuat satu-satunya orang yang selalu membantu dan melindunginya itu bersedih lagi. Kyuhyun menjadi bimbang. Perasaan itu sama didalam hidupnya.

“bagaimana kalau kita lihat saja? Apa yeoja itu merindukan dongsaengku ini?” sela Donghee.

“itu tidak mungkin..” Kyuhyun meremas dadanya erat. Dia tahu. Itu pasti tidak mungkin.

“kita coba saja dulu, dulu aku juga seperti itu pada Nari.. hei butler.. bagaimana?”

“saya, terserah pada tuan” Donghae menunduk pada Kyuhyun yang makin tidak tahu harus berbuat apa. Dia merasa ini semua menjadi kesalahannya sekarang. cerita kelam milik Donghae.. perasaan cintanya pada yeoja itu..

“baiklah.. tapi hyung, kau ikut”

“baik” Donghee berjalan menuju tangga atap. “ayo turun, akan susah kalau kau berubah menjadi kucing sekarang..”

“hyung tidak berubah menjadi hamster kembali saat pagi?”

“tidak, aku sudah bisa mengontrol kekuatanku disini sejak lama.. memang menyenangkan menjadi hewan kecil karena bisa menyelinap kemanapun.. tapi saat kau sudah menikah.. kau tidak akan mau menjadi binatang kecil seperti hamster untuknya” tawa Donghee diikuti Donghae. Kyuhyun hanya bisa bertanya-tanya apa maksud dua hyung didepannya itu. mungkin akan tiba harinya mengetahui hal itu. mungkin.

-ccc-

Ririn membuka matanya karena sinar matahari pagi. Menangis. Merasa kehilangan sesuatu yang penting. Dia menatap langit-langit kamarnya, bertanya-tanya mengapa namja yang telah merebut ciumannya itu tidak ada malam ini. Semua terasa lebih dingin. Kasur besarnya terasa hampa. Dia tidak dapat memeluk namja itu lagi di malam hari. Kemana namja itu pergi. Semua pertanyaan berkecamuk dalam kepala Ririn. Dia bangun dari tidurnya dan duduk dengan tatapan kosong. Benar-benar seperti orang yang ditinggalkan pasangan hidupnya.

“kenapa aku menangis..?” Ririn menghapus airmatanya dengan telapak tangannya. “dia bahkan bukan siapa-siapaku..” tapi Ririn tidak bisa menghentikan tangisannya. Sesekali dia meremas dadanya yang berdetak tidak berhenti. Yang kali ini terasa menyakitkan.

“Kyu.. bangunlah..” Ririn membuka selimutnya dan melihat kekosongan. Putih. Seprai putihnya. Bukan kuicng putihnya.

“Kyu? Kau di mana? Rin mengobrak-abrik kasurnya. Berharap dia hanya tidak melihatnya karena bulunya yang terlalu putih.

Ririn akhirnya beranjak dari tempat tidurnya dan mulai mencari sesuatu. Dibawah kolong, di dapur, di kamar mandi, semua tempat ia cari. Dia mencari miliknya yang hilang. Miliknya satu-satunya.

“Apa dia tidak pulang? apa terjadi sesuatu padanya?” Ririn mulai menggigit kukunya dengan sangat cemas.

Akhirnya dia mencari ulang di semua tempat di dalam apartemennya hingga sudah waktunya untuk pergi kuliah, tapi dia tidak dapat menemukannya.

“Kyu? Keluarlah kumohon?” Ririn akhirnya menyerah. Dia menghela nafas panjang dan mulai melakukan kesehariannya kembali seperti biasa.. sebelum adanya kucing putih itu.

Kuliah.

Kerja.

Dan, kesendirian.

Baru sehari sejak Kyuhyun menghilang dari apartemen Ririn, tapi Ririn tidak pernah berhenti mencarinya. Dia hampir melupakan waktu makan pagi dan makan malamnya yang hampir selalu teratur. Di tempat kuliah pun dia tidak bernafsu saat makan. Dia masih yakin Kyu ada di dalam apartemennya. Dia merasakan sebuah kehilangan yang tidak biasa kali ini. Tidak seperti saat dia memungut kucing-kucing yang esoknya pergi meninggalkannya saat di Daegu dulu. Dia tidak ingin kehilangan kucing putih itu. Dia tidak ingin kehilangan Kyu.

“Kyu? Keluarlah.. kumohon..”

“aku ingin bercerita padamu.. kau satu-satunya teman yang kupunyai disini..”

“Kyu.. kau dimana?”

“jawab.. aku..”

BRUK

‘RIRIN!!’ Kyuhyun, Donghee, dan Donghae ternyata berada di luar jendela apartemen Ririn. Memperhatikan gerak-gerik yeoja yang sangat dicintai oleh Kyuhyun dengan seksama.

‘sst.. tenanglah.. dia hanya pingsan’

‘kita harus membantunya, hyung!! Dia sudah mencariku selama seharian penuh!! Sejak kemarin, hyung! Dia bahkan menangis semalaman! Apa itu kurang dari cukup? Kenapa kalian berdua tidak memperbolehkanku bersamanya! Aku akan melakukan apapun untuknya! Biarkan aku menemuinya!’

‘lalu katakan, apa yang bisa kau lakukan? kau bahkan belum bisa menjadi wujud humani di siang hari, Kyu’

‘tapi hyung!’

‘biar saya saja tuan..’

‘Do-Donghae hyung’

Donghae masuk melalui jendela kamar Ririn yang masih belum ditutup. Berubah menjadi wujud humaninya, dan mengangkat Ririn menuju kasurnya. Kyuhyun yang melihat hal itu merasa tidak bisa melakukan apa-apa. Dia merasa tidak berguna untuk orang yang dicintainya.

“masuklah tuan” Donghae mengangkat Kyuhyun untuk masuk melalui jendela. Begitu juga Donghee.

“hm, dia sakit?” tanya Donghee yang sudah kembali menjadi wujud humaninya.

“kurasa.. apa tuan tahu sesuatu tentang penyakit para humani?”

“menurutku sih.. ini karena dia tidak makan dengan teratur, mau kupanggilkan istriku? Ah, dia tidak ada di apartemen sekarang”

“tuan, dia panas”

‘a—apa? lalu apa yang harus kita lakukan?’ Kyuhyun mulai panik.

“tenanglah Kyu.. sebaiknya kau disini, aku akan membuatkan makanan untuknya” Donghee menggulung lengan bajunya yang berwarna coklat muda itu. “dan hei Butler, karena kau butler milik Kyuhyun, mungkin sebaiknya kau membantu membereskan rumah milik calonnya ini”

“hahah.. baiklah..” Kyuhyun hanya bisa melihat kedua namja itu keluar dari kamar Ririn. Dia melompat keatas kasur dan mulai melingkarkan diri diantara tangan Ririn.

Hampir dua hari telah berlalu sejak Ririn pingsan. Kyuhyun hanya bisa menjaganya di pagi dan siang hari. Dan merawatnya habis-habisan di malam hari. Dia sampai hampir menangis karena yeoja ini. Entah sejak kapan, tapi dia mulai berdoa pada sesuatu yang tidak ia ketahui sendiri. Dia hanya mencoba mencurahkan isi hatinya. Semua permintaannya. Berharap yeoja yang ia cintai ini bangun dari tidur panjangnya.

“..Kyu…?”

“miaw!” ‘Ririn!’

“kau.. darimana? Aku sangat merindukanmu..” Ririn memeluk erat kucing putih yang melingkar ditangannya itu. “sangat.. benar-benar.. kehilangan dirimu.. apa kau tahu.. uhuk!”

“mii..”

“aku mengalami sesuatu yang aneh Kyu.. seorang namja.. setiap malam.. tidur disebelahku.. awalnya aku memang terkejut, tapi entah kenapa.. rasanya tenang bersamanya.. seperti saat bersamamu”

“tapi ada satu hal.. dia merebut ciuman pertamaku”

“miaw?” ‘benarkah?’

“ne.. tapi kurasa tidak apa.. entah kenapa.. apa ini yang dinamakan love at first sight?”

DEG

“tapi aku merasa aku pernah bertemu dengannya. Setiap malam sejak kau datang dalam kehidupanku, selalu saja.. rasanya ada seseorang yang memelukku.. dan melindungiku saat terlelap..” Ririn tersenyum tipis saat menyentuh lonceng biru yang terikat di leher Kyuhyun. “tapi sejak malam itu.. dan hilangnya dirimu.. rasanya semua menjadi sepi dan dingin..”

Ririn kembali menatap mata biru kucing putihnya itu. Entah pikiran bodoh darimana, tapi dia berharap kucing putih bermata biru ini adalah namja bermata biru itu pula.

“apakah namja itu adalah kau?”

Jantung Kyuhyun mulai berdetak tidak teratur, semua perkataan Ririn.. membuatnya semakin tidak tahu harus menjawab apa.

“Hahah.. itu tidak mungkin ya..” Ririn memeluk erat Kyuhyun.

“Nari unni pernah bercerita padaku soal pasangannya.. yang katanya mendapat kutukan menjadi hamster.. ah, kau tidak tahu siapa UHUk! Nari unni.. dia tinggal bersama suaminya.. yang bernama Donghee oppa di lantai 15.. tepat diatas kita, mereka pasangan yang lucu”

‘ne aku sudah tahu tentang mereka, Rin..’

“dan.. aku berpikir.. awalnya cerita itu tidak masuk akal, Kyu. Tapi.. sekarang aku ingin tahu..”

Tiba-tiba Ririn mengecup pelan kucing putihnya itu.

DEG

“ah, dia mendapatkannya” Donghee dan Donghae yang ternyata mengintip dari luar tersenyum lebar. “sebuah ciuman murni dari dalam hati..”

“ahah.. tidak mungkin tapi ya.. kenapa aku berpikir seperti itu..” Ririn kembali meneteskan airmatanya.

DEG

“kau.. kau tetap yang paling kusayangi..” Ririn memeluk erat kucing putih itu seperti sedang memeluk tubuh seorang manusia.

DEG

“saranghae, Ririn-ah” ucap Kyuhyun pelan.. tapi suaranya dapat terdengar dengan jelas ditelinganya sendiri. Kyuhyun membuka matanya.”a—aku..”

“kau.. namja itu.. Kyu.. apa benar..” Ririn meneteskan airmatanya lagi. Merasa senang, antara semua kenyataan yang terjadi dihadapannya.

“ah, uljima..” Kyuhyun mengusap airmata yang mengalir diwajah yeoja itu.

“jangan pergi” Ririn memeluk erat namja yang selalu membuat jantungnya berdebar dengan kencang saat dia mengingat kembali kejadian malam itu.

“ne..”

“kumohon.. entah kau seorang manusia.. ataupun seekor kucing.. jangan tinggalkan aku.. aku kesepian tanpa dirimu.. tetaplah disampingku.. memelukku..” Kyuhyun menatap wajah yeoja itu dengan sebuah senyuman kecil, mengelus pipinya pelan dan mengecup keningnya lembut.

“ne.. aku akan selalu bersamamu.. memelukmu.. sekarang istirahatlah.. kau panas..” Kyuhyun mendekatkan keningnya pada kening yeoja itu. Yeoja mungil tersenyum kecil dan kembali menutup matanya, tertidur dalam pelukan hangat Kyuhyun.

“hoot!” Kyuhyun melihat kearah burung hantu yang melayang masuk.

‘selamat, tuan.. kini tugas saya sudah selesai..’

‘aku ingin berbicara denganmu nanti malam.. kumohon jangan pergi dulu’

‘apapun permintaan anda..’

‘Kyu, aku sudah membuat makanannya lagi untuk hari ini.. kau juga jangan lupa makan. aku kembali dulu sekarang.. jaga yeoja itu ne. Oke.. ayo Butler, kita pergi’ Donghee yang berwujud hamster berwarna coklat muda itu menaiki punggung burung hantu hitam itu dan mereka terbang keluar dari kamar Ririn melalui jendela.

“Gomawo.. hyung..” Kyuhyun mengecup puncak kepala Ririn dan memeluknya lebih erat.

“Saranghae.. Ririn-ah” dia memejamkan matanya karena terlalu lelah, dan ikut tertidur.

“mulai sekarang, makanlah yang benar..” Kyuhyun kini sedang berusaha menyuapi yeoja yang telah kembali sadar dari tidurnya.

“kau yang membuatnya?”

“bukan, Donghee hyung.. kau kenal kok”

“Donghee? Donghee oppa? Dari lantai 15?”

“ne, dia hyungku”

“hyung.. sedarah?”

“yup.. buka mulutmu”

“ngh.. tapi.. dia.. hamster?”

“ne.. aku sudah menceritakan semuanya padamu dari awal.. aku bukan humani.. aku datang dari dimensi lain.. tempat para ras shapeshifter

“ne.. tapi.. waeyo? Dan mengapa.. kau kucing, bukan hamster”

“aku dijodohkan dengan yeoja yang tidak kusukai.. maka dari itu aku lari..”

“hee.. kalau jadi kau, aku juga tidak mau..” jawab Ririn pelan.

”dan, aku seekor kucing, karena katanya.. ini adalah sifatku.. Appaku seekor singa, dan ummaku seekor rusa kutub, bisa kau bayangkan itu? aku saja terkadang heran, Rin.. aku juga ingin menjadi singa seperti appa”

“aku tahu!”

“apa?”

“kau menjadi kucing.. karena kau ditakdirkan untukku..” senyum Ririn membuat Kyuhyun bersemu merah.

“a—apa.. yang kau katakan.. awal dari semua ini adalah kebetulan..”

“hihi.. seperti kalimat yang sering kubaca di komik kesukaanku.. ‘tidak ada yang namanya kebetulan.. yang ada hanya takdir’ . Jadi.. ini memang takdir!”

“uh..”

“apa kau tidak mau ditakdirkan denganku?”

“aku.. senang..”

“hehe aku juga” Ririn mengecup bibir Kyuhyun cepat, wajah Kyuhyun memerah kembali.

“hoot!”

“oh, ada burung hantu masuk!! Kau tidak menutup jendela kamar?”

“tenanglah.. selamat malam, Hyung..”

“hoot!”

“bukannya.. ini Tyto tenebricosa yang di pet shop waktu itu?”

“ne, Rin.. dia.. butler yang kuceritakan itu.. namanya Donghae..”

“Bu.. butlermu burung hantu??”

“selamat malam, nona” burung hantu hitam itu berubah di hadapan mereka berdua.

“HIEE!!”

“jangan terkejut seperti itu, saya jadi tidak enak..”

“ma—maaf.. eh! Kau.. bukankah kau ahjussi yang memberi nama Kyu pada dia..” tanya Ririn heran sambil menunjuk Kyuhyun.

“ne, nona.. itu saya..”

“kau, burung hantu yang.. mengeluarkan suara berisik waktu itu.. ya?”

“maaf nona.. tapi ya, itu saya..”

“ah.. terima kasih” ucap Ririn membuat Donghae terkejut.

“a—apa yang telah saya lakukan?”

“kau benar-benar burung hantu yang membangunkanku waktu itu, kan? Kalau kau tidak melakukannya.. aku tidak akan menyadari keberadannya..” Kyuhyun tanpa sadar mengangguk pelan.

“ah.. itu..”

“karena itu, terima kasih” Ririn berdiri dan mengulurkan tangannya pada Donghae.

“nona..” Donghae menjabat tangan mungil itu. “terima kasih..”

“ne!”

“tolong, jaga tuan saya..”

“hm~ aku akan mengurusnya seperti kucingku sendiri.. hihi” dan mereka tertawa bersama karena perkataan Ririn.

“dan tuan.. anda memang hebat dalam memilih pasangan.. tolong, jaga nona pilihan anda ini seperti saya selalu menjaga anda..” Donghae membungkuk kepada Kyuhyun. Dan Kyuhyun menepuk pundaknya pelan.

“tentu, dan lebih darimu..”

“terima kasih.. saya harus pergi.. selamat tinggal” Donghae keluar secara wajar kali ini. Melewati pintu apartemen Ririn, dan menggunakan lift. Menyusuri jalanan Sinsa dengan perlahan menuju Hakdong Park, tempat dimensi humani dan shapeshifter terhubung. Dia ingin menikmati waktunya sebagai humani untuk terakhir kalinya.

“ne.. Kyu..”

“apa hun?”

“kenapa Hae oppa sangat sedih?” pertanyaan itu membuat Kyuhyun terdiam. “hun? Ada apa?”

“ini karena, aku memilih humani sebagai pasangan hidupku, sayang.. jadi.. dia akan mendapat hukuman sebagai butlerku..”

“eh? Tapi.. tapi Hae oppa..”

“tenanglah, dia sudah menerimanya. Dia akan merasa lebih bahagia seperti itu, kurasa..”

“wae? Kenapa seperti itu?”

“dia akan menjadi Tyto kembali dan hidup normal bersama Tyto yang lain.. tidak perlu melayani keluarga kerajaan lagi.. karena aku sudah bukan tanggung jawabnya lagi.. bukankah itu lebih baik?”

“ng..  ne.. kau benar.. kuharap dia bahagia” Ririn menyandarkan kepalanya pada pundak Kyuhyun. “kita pasti juga akan bahagia..”

“ya, kau masih belum sembuh, bagaimana aku bisa bahagia? ayo makan lagi” Kyuhyun menyodorkan sesendok penuh bubur pada Ririn.

“ish, kau tidak bisa lebih romantis ya? Dasar” Ririn menjulurkan lidahnya dan melahapnya.

“aku akan romantis bila waktunya tiba..” Kyuhyun mencubit hidung Ririn pelan.

“dasar.. kembali kau jadi kucing manis”

“kau mau aku seperti itu saja?”

“tidak, tetaplah seperti ini” Ririn melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun dan menatapnya manja.

“apa? kenapa kau menatapku seperti itu?” Kyuhyun meletakkan mangkok bubur itu di meja kecil di sebelah sofa.

“hm? Bukan apa-apa.. aku hanya ingin tahu.. reaksimu” Ririn melumat bibir Kyuhyun lembut.

“reaksiku? Akan kutunjukkan..” Kyuhyun pun menggendongnya dan berjalan menuju kamar.

.

.

.

.

.

“apa yang kalian inginkan? Pikirkan lanjutannya sendiri” ucap Kyuhyun seraya menutup pintu kamar.

“ini rahasia…”

.

.

“…selamat malam”

.

KLAP

the end—

.

thanks for reading..

do leave a commnet~ lol ^^)/

Advertisements

37 Comments

Leave a Comment
  1. devinardelia / Jul 9 2012 10:02 pm

    kecepetaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan T_T

    • hachidarksky / Jul 9 2012 10:04 pm

      mianhaee~~~ XDD
      akakakakakak~~
      aku tau ini pasti SANGAT KECEPETAN
      tapi saya stuck dan tidak bisa berpikir..
      sbnrnya bisa lebih panjang, tapi saya potong .___.
      apa saya panjangin?

  2. lia960102elf / Jul 9 2012 10:28 pm

    Eonni knp d tamatin??!
    Gk seru deeehhh ><

    Eonni ayo dong bikin squelnya…:)
    FFnya bagus nih jd syg kalo lgsg d tamatin hehe…

    • hachidarksky / Jul 13 2012 1:56 am

      wahah lol 😀
      masi banyak ff nanggung di laptop.. XD
      kalo ini g slesai..
      selamanya semuanya pending kkk

      ini sudh di update saeng..
      read again aja kalo mau :>

  3. elfcloud3424 / Jul 9 2012 10:44 pm

    “apa yang kalian inginkan? Pikirkan lanjutannya sendiri”
    -_______- kyu mau melakukan -this and that- a.ka uhuk uhuk ya… –”
    kenapa gak diterusin coba u_u

    coba diperpanjang lagi KyuRin…..
    kenapa cuma jadi 2 halaman saja T_T
    kan jadinya yang baca sedikit kecew u_u

    tapi bagus kok.. happy ending.. hehehe
    ciumannya kurang hot *loh…
    ayo bikin ff absurd lagi wkwkwk…

    😀 Hwaiting KYURIN!!! 😀

    • hachidarksky / Jul 13 2012 1:55 am

      harus dongs :>>
      kkkk /plak
      gamau.. ntar sy njerit XDD
      lgian itu pri-vate /PLAKPLAK

      kkkk ini sedikit update-an udahan un.. :>

      ah, kurang hot gpp.. pkoknya kisseu ehem /plak

      ini update longer version (?) yea~ XD

      • elfcloud3424 / Jul 13 2012 9:09 am

        kkk~
        baiklah karena unni baik hati (?)
        unni akan mengikuti kemauan saeng tersayang #plaak

      • hachidarksky / Jul 13 2012 9:31 am

        *kissukissu* XDDDDDD

      • elfcloud3424 / Jul 13 2012 10:34 am

        =,=. unni mau baca absurd mu dulu wkwkwk

  4. lovelyminbi / Jul 9 2012 10:44 pm

    kecepetan banget.. membuat psing 7 keliling.. ntah kenapa -,-
    hng.. jadi bingung apa yang kurang, fantasynya kurang banget tapi perasaan.. /plak/
    (aku gak bisa bikin fantasy sih -,-)

    • hachidarksky / Jul 13 2012 1:53 am

      updated :>
      sedikit gak kecepetan.. /sedikit? XD

    • lovelyesung / Jul 26 2012 1:40 pm

      ANNYEONG! *nyelip di antara dedep sama bi* eh ini kecepetan trus itu ceritanya kyu manggil ririn hun? honey? dan kenapa endingnya menjurus ke kamaaaaaar *yadong kumat*

      • hachidarksky / Jul 26 2012 4:03 pm

        eh unni suka banget nyelip..
        jgn2 suka nyelip masuk selimut yesung juga XD /plak

        ini versi revisi *ceilah* yang sudah dipanjangin.. XDD

        iya, hun-honey~ *w*)/

        endingnya menjurus ke kamar..
        karena…
        karena………..
        ada deh, mau tau aja /masukkamarkyu /plak XDD
        *yadong ikut kumat*

        thankyu lgi un udah baca+++komen XDD

      • lovelyesung / Jul 26 2012 4:09 pm

        nyelip tuh enak lagi, anget /slap
        hohohohohoho nyelip di selimut yesung itu sesekali, biasanya aku nyelip di piyamanya dia XD *dihajar clouds*
        aha! aku tau kenapa endingnya menjurus ke kamar, karena eh karena *nyanyi sama yesung irama* /slapslap. karena kyu sama ririn mau…. mau NYUCI SEPRAI KAMAR RIRIN YANG KENA ILERNYA KYU!!!! HAHAHAHAHAHAHA

      • hachidarksky / Jul 26 2012 4:31 pm

        wakakakakak XDD
        ciye apa yang anget? XD /plak

        waduh, unni…….
        saya juga suka nyelip di bajunya kyu kok /dikejarsparks

        OH XD
        sekalian Kyu juga mau cuci gorden sama bantal XD /dordor

      • lovelyesung / Jul 26 2012 4:36 pm

        apa ya yang anget *mikir keras* jelas-jelas yang anget itu sudah pasti si kkoming sengan bulu lebatnya yang lagi meringkuk di selimut yesung *ajing jenis apa dia sebenarnya =.=*
        heh nyelip di baju apa di tempat lain hayooo /slap

      • hachidarksky / Jul 26 2012 4:56 pm

        ah.. kukira yang ‘lain’ /hayoloh /plak XDD

        nyelip di baju kok..
        kan masi alim ..
        ntar malem2 baru yg lain /duar XDDD

      • lovelyesung / Jul 26 2012 4:59 pm

        MUAHAHAHAHAH KAMU YADOOOOONG XD

      • hachidarksky / Jul 26 2012 5:02 pm

        ah, ketahuan! >,
        kelihatan dari percakapan kita… *__*)

      • lovelyesung / Jul 26 2012 5:03 pm

        kamu yang yadong, aku enggak *melarikan diri*

      • hachidarksky / Jul 26 2012 5:19 pm

        enggak!
        unni yadong, aku juga /eh *kejar unni*

      • lovelyminbi / Jul 26 2012 8:25 pm

        unni… puasaaaaa… ckckckck.. si unni ini yaaa….

      • hachidarksky / Jul 26 2012 11:41 pm

        ckckckck ..

  5. hachidarksky / Jul 13 2012 1:53 am

    YAP.. UPDATED XDD
    LONGER VERSION LOL XDD

    ENJOYS *___*)9

    • devinardelia / Jul 13 2012 1:06 pm

      lol. enjoyed it a lot, indeed. XD hahahaha! neomu johaaaa ^^v kalo gini kan lebih keceeeeeebadai X3
      mian aku baru bisa bales sekarang eon, kemaren aku udah langsung tidur. .-.

      • hachidarksky / Jul 17 2012 8:56 am

        okeee terima kasih ~~
        saeng juga uhuk ehem kece badai kok XDD /plak

        ne tdk apa .-.
        pkoknya di bales .-. lol

      • devinardelia / Jul 17 2012 8:22 pm

        heh! kenapa pake uhuk ehem dulu baru kece badai -____-;; no hesitate dong, aku kan emang kece tingkat tinggiiiii XDD

      • hachidarksky / Jul 19 2012 10:02 pm

        ooookkkeee XDD
        lantai berapa emang kok tingkat tinggi? /plak XDD

  6. elfcloud3424 / Jul 13 2012 1:37 pm

    OKREKKKKK~
    Udah panjang.. wkwkwk..
    lebih ngerasain feel’nya #plaaaak

    itu kenapa Ririn gigit jari -_-
    kenapa gak gigit kyu aja *loh….
    gak kecepetan kok,, hehehe 😀

    Baiklah..
    Hwaiting 🙂
    buat yang Yeye sama Unni ya,…. *puppy eyes* hehehe

    • hachidarksky / Jul 17 2012 8:57 am

      horee~~~ *tebar ranting yesung* XD

      maunya gitu..
      tpi kan kyu ilang.. jdi g bisa gigit kyu.. XD /plak

      buat apa yah? 9__9) *ngilang* kkk xD

      • elfcloud3424 / Jul 17 2012 9:50 am

        -__________- kenapa mesti ngilang –”
        pokoknya buat lagi deh… 😀

      • hachidarksky / Jul 17 2012 10:03 am

        rencananya mau bikin q=seq .. tapi gtau lgi kalo idenya lari ngilang.. /plak XD

      • elfcloud3424 / Jul 17 2012 10:05 am

        apa’an? q=seq?? o_O
        Apa’an tuh??
        wah… main’nya siapa -___-

      • hachidarksky / Jul 17 2012 10:06 am

        itu kcepetan ngetik -__-”
        harusnya seq .. bukan q=seq ….
        heran deh sm jari saya -__-‘

        loh, seq ya mainnya ttep kyurin~ hahahah~

      • elfcloud3424 / Jul 17 2012 1:31 pm

        seq apa sih –”
        sequel gitu?
        ato apa –”
        itu jari-jarinya ‘imot-imot’ kah? -____-

      • hachidarksky / Jul 19 2012 10:01 pm

        iya.. seq itu pendekan dari sequel.. kkk :p

        iya, jari sy eng imut2 :33

      • elfcloud3424 / Jul 20 2012 9:19 am

        =_= Oke jari km sangat amat imuuut sekali u_u

Leave some Advice :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: