Skip to content
October 25, 2012 / hachidarksky

Take Me Away [ Cho Kyuhyun Fanfiction ]

author : hachidarksky

genre : oneshoot, romance, fanfiction, songfiction

language : Indonesian

main cast : Cho Kyuhyun, Park Ririn (hachidarksky.wordpress.com)

other cast : Lee Sungmin, Park Jungsoo / Leeteuk, Lee Donghae

main song : John Legend – Take Me Away ♪

notes from author : hehe, after a long study in college.. and manage to come home and abusing the wifi.. I can post this ;w;)/ oh yeah this feels so damn great~ here it is.. a fanfiction.. that inspired by a song.. :3 (and also my very first time making songfiction!)

 —

 —

“kyu! Kau sudah siap?”

“ne hyung”

“oke, tunggu sebentar ne”

“baiklah..”

Cho Kyuhyun imnida, dan sekarang aku sedang duduk di ruang tunggu yang sedang ribut mempersiapkan hal besar. Aku duduk di sofa panjang berwarna biru tua, sudah rapi dan siap. Menunggu semuanya untuk mempersiapkan diri mereka, akhirnya aku mendengarkan lagu dari iphoneku.. ah. lagu ini..

We dance and sing somewhere in between heaven and hell
Gabrielle, that was her name

Hari pertama aku melihatnya seperti itu, sahabatku sejak dulu.. Ririn..

.

.

.

“yeoboseyo?”

“yeoboseyo, Kyu-ah”

“ne Rin? ada apa malam-malam begini”

“temani aku”

“mwo? Kenapa tidak langsung kemari saja?”

“tidak, aku sudah ditempatnya”

“he? Tumben, biasanya pergi denganku”

“kau mau tidak?”

“ye baiklah.. kau dimana?”

“aku sms tempatnya”

“oke”

“annyeong”

“ann—“ dia mematikannya, bahkan sebelum aku menjawabnya? Ada apa dengannya?

Begitu mendapat sms darinya aku hanya bisa terdiam. Apa yang dia lakukan ditempat seperti itu? sebenarnya apa yang terjadi dengannya?

.

.

“Rin, kau dimana? Aku sudah di luar” aku menelponnya kembali.

“masuklah”

“kau keluarlah, Rin..”

“masuklah!”

“baiklah..” sikapnya sungguh dingin.. bahkan terhadapku.

.

Akhirnya aku masuk, dan dia disana. Duduk sendiri di sebuah sofa besar, mejanya penuh dengan botol soju. Sudah berapa lama dia disini?

“Kyu-ah!”

“ne..” aku menghampirinya yang sedang melambaikan tangan.

Everyone was smiling even through their tears under a spell
But in Gabrielle's eyes nothing

“apa yang kau lakukan disini?” raut wajahnya tersenyum, namun matanya.. mengatakan hal lain.

“ingin”

“Rin..”

“apa?”

“tidak..” aku duduk disebelahnya, dan dia menawarkan segelas soju untukku. Aku hanya menggeleng pelan.

“kau tidak mau? Yasudah” dia meneguknya cepat dan tiba-tiba berdiri.

“kau mau kemana?” aku menahan tangannya dan dia hanya melirikku.

“kesana, untuk apa aku kemari kalau tidak mencobanya” dia menunjuk lantai dansa yang penuh sesak. Apa namanya lantai dansa? Ini bahkan bukan café baik-baik, ini sebuah pub. “ikut?”

“hm.. tidak.. aku disini saja” aku melepasnya dan dia berlari ketengah sana.

I asked do you not like the music?
She said it's alright
But she dances to her own side, so she says

Aku hanya memperhatikannya berdansa dan bersenang-senang.. tidak, dia tidak bersenang-senang kurasa. Dia berganti pasangan berkali-kali, namun semuanya tidak seirama dengannya. Dia berkali-kali menoleh kearahku, mencoba mengajakku. Namun aku tetap menggeleng kearahnya.

Dia hanya membawa sebuah tas kecil, dan kurasa isinya kosong, hanya dompet yang ada. Kulihat banyak sekali tissue di mejanya selain botol dan gelas soju miliknya. Dia melepas cardigan ungunya yang membuatku kaget sejak tadi. Dia hanya memakai sleeveless top dan shortskirt. Apa yang sebenarnya dia pikirkan? Memakai pakaian terbuka seperti itu.. malam hari..

“KYU!” aku menoleh kearahnya dan bisa kulihat seorang namja yang sedang mencengkram pergelangan tangannya dengan sangat erat, dan Rin mencoba mendorongnya menjauh.

“aish, yeoja satu ini” aku menghampirinya dan namja itu dengan tangan mengepal erat. Tidak ada yang boleh menyakitinya. Apalagi dihadapanku. Didepan mataku.

“lepaskan dia”

“ya, dia yang mengajakku menari dengannya, jangan ganggu kami”

“lepaskan”

“Kyu.. sakit..”

“aish”

BUK!

“aku bilang lepaskan” aku langsung menarik Rin pergi dari tempat dia berdiri, meninggalkan namja yang baru saja kupukul hingga terjatuh. Untunglah dia mabuk. Kalau tidak, akan sangat susah membuatnya terjatuh seperti itu.

“kita pergi dari sini” aku meraih tas dan cardigannya lalu berjalan dengan cepat keluar dari pub berbau soju ini.

“Kyu..”

“diamlah”

Aku membuka pintu untuknya dan menyuruhnya untuk cepat masuk kedalam. Aku menginjak pedal gas begitu mesin mobil menyala dan langsung pergi dari tempat ini.

.

.

“apa yang kau lakukan disana”

“Rin, jawab”

“aku..”

“Apa?” tanyaku gusar. dia terdiam kembali.

“Rin” aku menggemgam erat setir mobilku dan memutarnya untuk menikung tajam di jalanan yang sepi. Dia masih tetap diam tanpa suara.

“Rin.. kumohon jawab aku”

“apanya..?” dia masih saja menyangkal pertanyaanku.

“RIN!” aku menghentikan mobil ini ditengah jalan yang sudah benar-benar sepi karena sikapnya yang mendiamiku.

“apa yang kau lakukan disana?! Apa yang sebenarnya terja—“ dia menangis.

“Rin-ah.. a—apa yang terjadi?”

Take me away from here
Take me somewhere where love is like breathing
I don't care where we go long as I'm there with you baby
Long as I'm there with you

“aku antar pulang?” dia menggeleng pelan.

“ke rumahku?” dia masih menggelengkan kepalanya.

“mau kemana?”

“tidak tahu..” dia menunduk dalam.

“Rin.. mianhae.. uljima..”

“tidak, bukan salahmu.. ini salahku..”

“ka—kalau begitu, kau mau kemana? Akan kuantar kemanapun..”

“terserah..”

“katakan saja..” aku meraih tangannya yang masih mencoba menahan airmatanya itu.

“terserah kemana saja.. sejauh apapun.. dari sini..”

Aku mengambil selimut yang selalu kubawa di mobilku dan memakaikan padanya. Dia hanya tersenyum kecil dan menghapus airmatanya.

“… menangis saja tidak apa” aku mengusap rambutnya lembut dan mulai menjalankan mobil kembali. Tidak tahu kemana. Yang bisa kupikirkan hanya sungai han.

.

.

Dia duduk diam di rerumputan. Aku benar-benar membawanya ke pinggir sungai han, aku benar-benar tidak tahu harus kemana. Melihatnya menangis tadi membuatku bingung. Yang terpikirkan hanyalah sungai han. Sudah cukup malam, larut malam.. tengah malam. Hanya sedikit tempat indah yang masih buka tengah malam seperti ini untuk dapat menghiburnya. Satu-satunya tempat yang selalu buka.. dan indah.. hanya sungai han dengan gemerlap cahaya lampunya.

“Rin..”

“kau sudah tahu Kyu..”

“apanya?” aku ikut duduk disebelahnya dan menatap sungai han yang mengalir pelan.

“kau sudah tahu masalahku..”

“orang tuamu..?”

“itu.. juga.. tapi bukan itu..”

“siapa? Namja..mu?” dia mengangguk. Sudah kuduga.

“ne.. dia..”

“apa yang dia lakukan? lagi?”

“apa maksudmu lagi? Dia tidak pernah.. menyakitiku.. sebelumnya..” aku menatapnya yang masih menerawang jauh.

“dia selalu menyakitimu”

“tidak, kyu.. dia.. tidak pernah..”

“kau kira aku siapa? Kau kira semua senyumanmu kepadaku itu dapat menipuku? Aku tahu kau disakiti olehnya. Kau tersenyum agar aku tidak cemas. Tapi senyumanmu itu membuatku makin cemas. Aku tahu kau tidak suka jika ada yang mencemaskanmu. Tapi bukan begini caranya.”

“aku sudah memutuskannya”

“apa yang sudah kau putuskan? Akhirnya kau mengambil sebuah keputusan? Katakan padaku”

“aku sudah memutuskannya, Kyu.. aku putus, dengannya” aku terdiam menatap mata coklatnya lekat-lekat. Apa yang barusan dia katakan?

“mwo? Ulangi?”

“aku, sudah tidak dengannya lagi”

“jinjja? Dan dia menerimanya begitu saja? Namja seperti itu melepaskanmu begitu saja?”

“ng.. ne..” senyumnya lagi. Tapi aku melihat sesuatu yang ganjil.

I could tell she's been through pain I could only dream
Nightmares live where you live

“apa ini” aku menangkap wajahnya dengan tanganku dan mendekatkan diriku padanya. “kau.. apa yang telah dia lakukan?!”

“tidak, ini bukan apa-apa, aku hanya terjatuh saat berjalan..” dia menutup bekas luka di pojok bibirnya.

“pasti bukan” aku menatapnya lagi, dan semua keganjilan dalam wajahnya terlihat. Dia terluka dimana-mana.

“jangan menatapku seperti itu..” dia memalingkan wajahnya dan aku melihat luka merah pada lehernya. Apa itu? kissmark?

“aish, kau telah melakukannya”

“apanya?” dia menangkap maksudku setelah beberapa detik dan langsung menggeleng cepat. “ani! Aku tidak melakukannya!”

“lalu, apa yang terjadi?”

“aku.. memutuskannya..”

“lalu?” aku makin menatapnya tajam.

Tears well in her eyes but she wouldn't let them fall
I'd give the world to know what her smile is

“hampir.. seperti yang kau katakan..” aku membelalakkan mataku mendengar jawabannya, dan dia hanya tersenyum.. dengan terpaksa.

“kenapa kau tersenyum? Itu bukan sesuatu yang pantas untuk sebuah senyuman. Apa kau senang dengan keadaan itu? berhenti tersenyum untuk menutupi kesedihanmu. Menangislah. Tidak semuanya bisa terselesaikan dengan senyuman. Untuk apa aku ada disini, Rin”

Tangisannya meledak. Sebuah tangisan dan teriakan pilu bergema di telingaku. Aku tidak pernah mendengar jeritan tangisnya seperti ini. Entah kenapa hatiku terasa sakit mendengarnya, melihatnya seperti ini. Dia yeoja yang baik dan benar-benar setia. Selalu tersakiti namun tidak mengeluh. Senyuman selalu muncul dari wajahnya. Tapi aku merindukannya, senyumannya yang dulu.

“aku takut.. kyu..” suara dan tangannya bergetar hebat.

“Rin, kemarilah” aku memeluknya dan membiarkannya menangis dalam pelukanku. Aku mencoba menenangkannya dengan mengusap rambutnya pelan. Yeoja yang kusayangi. Dia memelukku erat, sangat erat. Entah kenapa, jantungku berdebar sangat kencang. Apa yang terjadi disini.

I asked do you dance with me now?
Let me try to figure out
The fastest route out of town and she says

“ne Rin.. kau tadi mengajakku berdansa, sekarang giliranku.. maukah kau berdansa denganku?” aku mencoba menghiburnya kali ini. Setidaknya agar dia berhenti memikirkan namja itu. dan kembali tersenyum.. untukku.

“mwo? Apa maksudmu.. tidak ada lantai dansa disini.. bahkan lagu”

“sebentar” aku melepas pelukannya dan menyalakan mobilku. Menyambungkan iphoneku dengan speaker mobil, memutar lagu pemberiannya.. lagunya.

John Legend – Take Me Away

“will you dance with me?” aku mengulurkan tanganku begitu intro lagu terdengar.

“as you wish” dia meraih tanganku dan akhirnya merangkul leherku. Kami berdansa, apa ini disebut berdansa? Kami hanya saling memeluk dan mengikuti irama lagunya, bahkan kadang tidak bergerak dari tempat kami. Ini lagu kesukaannya. Dia memberikannya padaku.. saat.. pertama kali aku melihat senyumannya yang berubah.

Aku mendengarnya mengisak. Kurasa dia menangis lagi. Aku hanya bisa menepuk dan mengusap punggungnya pelan. Dan kurasa, aku mendengarnya ikut menggumamkan lagu ini. Bagian reff..

Take me away from here
Take me somewhere where love is like breathing
I don't care where we go long as I'm there with you baby

“menangislah sepuasnya.. tapi jangan tangisi namja itu.. menangislah karena kau akhirnya terbebas darinya.. kau pantas mendapatkan yang lebih baik, jauh lebih baik darinya.. aku akan ada untukmu hingga namja itu datang.. hingga aku rela melepaskan yeoja yang paling kusayangi lebih dari siapapun ini..”

Bruk.

Punggungku menabrak mobilku dan kami berdua terdiam.

“Kyu-ah..” dia menatapku masih dengan matanya yang berkaca-kaca. “jinjja..?”

“tentu saja..” aku mengusap rambutnya perlahan.

“kau menyayangiku.. lebih dari siapapun..?”

“mwo? Apa aku mengatakan itu?” astaga, aku kelewatan.

“kau.. mengatakannya..”

“n—ne tentu saja..” aku mengangguk pelan dan dia menangis lagi.

“ya.. jangan menangis..” kuusap airmata yang entah kenapa, diiringi oleh sebuah senyuman.. senyuman lamanya. “senyuman yang paling kurindukan..” …

Entah berapa lama kami terdiam. Namun mataku terpejam.. kenapa mataku terpejam? Aku membuka mataku dan aku melihatnya yang begitu dekat denganku. Astaga. Aku mencium bibirnya?! Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan?! kau telah melewati batas yang kau buat sendiri!

“aigo! mianhae Rin-ah.. mian..” ucapku begitu melepas ciuman yang tidak sengaja terjadi diantara kami.

“gwenchana..”

“mianhae.. aku tidak bermaksud.. itu.. anu.. barusan—“

“ternyata aku memang tidak bisa.. aku tidak bisa menepati janji dan batas kita dulu..”

“mwo? Maksudmu?”

“aku tidak bisa hanya menjadi temanmu.. aku menyukaimu sejak dulu.. aku mencintaimu..” ungkapnya tiba-tiba.

“m—mwo?” apa aku tidak salah dengar?

“kita membuatnya.. janji itu.. saat kau memiliki pacar kan.. saat itu.. aku mencoba untuk menepatinya.. mencoba melupakanmu perlahan karena kau memilih orang lain. Kita berjanji untuk selamanya menjadi teman, sahabat selamanya.. tapi aku ternyata memang tidak bisa..” dia mundur beberapa langkah dariku.

“Rin..”

“mianhae, aku tidak bisa.. menepati janji kita sendiri.. aku tau ini cinta yang bertepuk sebelah tangan.. kau pasti hanya menganggapku sebagai sahabatmu.. kau tidak perlu menerima cintaku..”

“Rin-ah..”

“tolong lupakan perkataanku tadi.. tetaplah bersamaku, menjadi temanku selamanya..” dia mengusap airmatanya dan tersenyum kembali. Senyuman..

“jangan tersenyum seperti itu.. tersenyumlah seperti Rin ku yang dulu..” aku menariknya kembali dalam pelukanku. “dan jangan pergi lagi dariku..”

“Kyu..?”

I got a full tank of gas girl
Anywhere you wanna go girl
All you have to do is ask girl, oh she said

“saranghaeyo, Park Ririn”

“m—mwo?”

“maaf aku juga tidak bisa menepati janji dan batas yang kita buat sendiri.. namun inilah kenyataannya.. aku memang menyayangimu lebih dari siapapun. Aku menyukaimu sejak dulu.. aku juga.. mencintaimu..” ternyata memang benar, perasaan sakit saat dia bersama namja lain ini.. karena aku mencintai dirinya..

“bahkan aku sedikit menyesal setelah membuat janji itu..” aku menyentuh keningnya yang sedikit lebam dan turun menyusuri luka-lukanya menuju bibirnya yang terluka. “karena janji konyol itu, kau terluka..”

“Kyu-ah..” airmata mulai menggenangi pelupuk matanya kembali. Rinku mulai cengeng sekarang. tapi senyuman yang dia munculkan kali ini.. aku menyukainya.

“tersenyumlah seperti itu.. mulai sekarang dan seterusnya..”

“ne..”

“dan menangislah jika aku menyakitimu.. tapi aku pastikan aku tidak akan pernah menyakitimu..” aku mengecup keningnya pelan dan sedikit lama.

“neomu saranghae.. Cho Kyuhyun..”

Take me away from here
Take me somewhere where love is like breathing
I don't care where we go long as I'm there with you baby

“ne Rin.. aku tidak tahu kita sekarang dimana.. untuk.. kau ketahui..”

“ahah! Mwo? Kyu-ah? kau serius?”

“ne, serius..” aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal sama sekali. “nanti kita lihat GPS saja..”

“hahah.. ne.. aku tidak peduli.. dimanapun kita berada.. asal bersamamu.. I know everything is going to be fine..

“kau mengutip lagu itu” aku menyentuh hidungnya dan mencubitnya.

“memang” dia menjulurkan lidahnya dan kami tertawa.

Aku tidak menyangka.. bahwa sebenarnya kami saling mencintai.. betapa bodohnya kami membuat janji itu. betapa bodohnya aku menyakitinya.. namun sekarang aku telah memilikinya. Aku tidak akan pernah menyakitinya seperti namja lain. Aku akan selalu melindunginya. Membuatnya tersenyum.. I’d give the world to know what her smile is.

.

.

.

“KYU!”

“ne hyung? Tidak usah berteriak seperti itu” aku langsung mem-pause lagu yang sedang kudengar itu. Kurasa aku mengulangnya berkali-kali..

“bagaimana tidak berteriak, kau sudah kupanggil berkali-kali” Sungmin hyung berdecak sebal dan mengetuk sepatunya cepat kelantai.

“kenapa memang?”

“kau mau membuat para tamu menunggu? Dan membuatnya menunggu? Ini sudah mundur 10 menit dari jam utama”

“aish! Kenapa kau tidak memanggilku hyung!”

“aku sudah! Argh! Sudahlah, ayo cepat”

“ne! apa dia cantik?”

“mana kutahu, tanya pada Sungbi sana”

“tapi kita tidak boleh kesana..”

“sudah tahu kenapa tanya”

“ish.. jahat amat..”

“rapikan dasimu, cek kotakmu” aku langsung merapikan dasiku dan mengecek kotak yang sudah kusiapkan di dalam kantong jasku.

“keluar dan tersenyumlah. Ini harimu, jangan kau kacaukan dengan sikap babomu” Sungmin hyung memberi dorongan pada punggungku dan akhirnya aku berjalan sendiri menuju tempat utama acara. Tempat yang kami pilih.. pinggir sungai han waktu itu..

Aku terdiam.

Aku tidak siap.

Hatiku berdebar kencang.

“Kyu, jalan” aku mendengar suara Donghae hyung yang duduk di bangku tamu memberikan semangat.

“ah..” akhirnya aku berjalan menuju tampat yang semestinya. Memantapkan hatiku. Dan begitu sampai, aku langsung membalikkan badanku, menghadap sebuah wedding arch besar berwarna putih yang berhiaskan bunga lilac.

here comes the bride

“aigo. Bagaimana ini..”

“persiapkan hatimu untuk melihatnya” aku menoleh kebelakang, ternyata Leeteuk hyung sebagai pembawa acara.. dan..

“astaga. Itu apa..” aku hanya bisa terdiam melihatnya dari kejauhan. Dia begitu.. cantik. Aku tidak bisa mendeskripsikannya lebih dari ini. Aku kehabisan kata-kata hanya karena melihatnya. Aigo.. “Kurasa aku salah masuk, hyung”

“ya, kau ini. Itu dia.. sahabatmu.. pilihanmu..”

“hyung, tanganku dingin”

“sebentar lagi dia sampai. Diamlah”

Aku masih tertegun melihatnya dari kejauhan tadi. Aku rasa aku benar-benar tidak siap. Arkh. Kenapa dia bisa begitu cantik seperti ini?! Baju putih yang kami pilih bersama.. tak kusangka.. aish.. jantungku berdebar terlalu kencang.

“Kyu”

“n—ne?” aku tersadar dari lamunanku dan ribuan hal yang terpikirkan di otakku.

“apa jawabanmu?” aku menoleh ke arah Ririn yang tersenyum kecil kearahku. Dia sudah ada disini??

“a.. itu.. mwo? Bisa kau.. ulangi.. hyung?” aku bisa mendengar decakan ‘aigo’ miliknya.

Cho Kyuhyun, will you be there in happy and even sad moment in her life untill the rest of your life?” Leeteuk hyung mengatakannya seolah-olah itu sangat mudah. Aku terdiam kembali.

yes, I will” aku menjawab dengan mantap dan pasti. Tidak ada sedikitpun getaran dalam suaraku. Aku benar-benar mencintainya. Aku tidak akan ragu untuk mengucap janji setia untuknya.

“Park Ririn, will you be there in happy and even sad moment in his life untill the rest of your life?” Leeteuk hyung kini ganti menatap Ririn. Rin menoleh kearahku, tatapannya sangat lembut dan penuh kebahagiaan. Dia tersenyum.. senyuman yang kusukai..

yes, I will” hatiku mungkin akan meledak karena bunga-bunga yang tiba-tiba bermekaran didalamnya. Aku benar-benar bahagia mendengar tiga buah kata yang meluncur dari bibirnya yang terbalut warna softpink dengan senyuman terindah yang pernah kulihat.

you can exchange the rings” aku mengeluarkan kotak merah yang kuletakkan di jasku.

“Rin” bisikku sambil membuka kotak itu.

“ne?”

“aku tadi mendengarkan lagu itu.. dan bagian akhirnya belum selesai.. will you sing it with me?”

“tentu saja” dia tersenyum seraya menggenggam tanganku erat.

Take me away from here..” Aku bernyanyi pelan seraya memakaikan cincin emas putih yang aku pilih sendiri dan bertuliskan inisial kami didalamnya pada jari manis Rin yang mungil. Dia menatapku dan melanjutkan lagu itu.

Take me somewhere where love is like breathing..” dan dia memakaikan cincin padaku.

I don’t care where we go long as I’m there with you..” bisik kami bersama dan aku mengakhirinya dengan kecupan ringan di punggung tangannya.

now you’re husband and wife” Leeteuk hyung menggenggam tangan kami berdua yang masih berpegangan tangan. Semua orang berdiri dan bertepuk tangan untuk kami. Aku melihat air mata Rin yang sudah dipelupuk mata dengan senyuman manisnya yang mengembang.

you may kiss the bride..” aku menyentuh pipinya lembut dan turun menuju dagunya. Memegangnya lembut dan kudekatkan wajahku padanya.

“saranghaeyo.. Cho Ririn..”

“nado..” dan akhirnya aku mencium bibirnya lembut. Tepuk tangan mengiringi kami. Dan kami hanya tersenyum dibalik ciuman itu. inilah, kebahagiaan.

Sudah setahun lebih sejak kejadian di hari itu.. saat akhirnya kami menyatakan perasaan kami yang sesungguhnya dan betapa konyolnya janji yang kami buat sendiri itu terlanggar di indahnya gemerlap sungai han pada malam hari. Namun ini lebih baik. Aku memilikinya, senyumannya, dan kebaikan hatinya. Aku akan selalu ada untuknya kapanpun dan dimanapun. Dan tentu saja, aku tidak akan membiarkannya terluka.. dan tidak akan membuatnya terluka. Aku menyayanginya lebih dari apapun.. dari siapapun. Aku mencintainya. Dan itulah kenyataannya. Sejauh apapun dan dimanapun kami berada, asal kami bersama.. itu bukanlah masalah. That’s what we called, love is like breathing.

the end—

Advertisements

13 Comments

Leave a Comment
  1. lovelyesung / Oct 25 2012 9:58 am

    first, yeay!!! 😀
    ini sejenis songfict kan ya? aku suka ceritanya, simple tapi langsung ke intinya. tapi masih agak bingung sama beberapa kalimat yang nggak dikasih keterangan, suka bingung yang ngomong kyu apa rin, mungkin bisa ditambahin satu sisi siapa yang ngmong, jadi kita nggak bingung. itu doang sih selebihnya bagus 🙂

    • hachidarksky / Oct 25 2012 1:24 pm

      yay gomachu~ :*
      iya songfict pertamaku kalo g salah inget :’3 /plak

      makasih unni~ :3
      I’ll be much more better next time~ XD
      hwaitching :>!

      • lovelyesung / Oct 25 2012 7:44 pm

        miahahahahaha sama-sama. Hwaiting!

  2. elfcloud3424 / Oct 25 2012 10:16 am

    hiyaaaaaaaaaaaaaaa >w< romance romance wkwkwkw~
    si cho -_- menyukai sahabat sendiri?? ini kayak cerita pribadi #eh..

    unni tadi sedikit bingung pas mereka di Han, kenapa tiba2 kyu gk tau mereka ada dimana?? o_o dan mau mencari arah pake GPS, emang awalnya dia gk nyadar kalo di Han?? #plak ..ini yg eror unni atau gimana ya… wkwkwkw~

    ahhh pas mereka nikah ada tulisan 'Dia tersenyum.. senyuman yang kususkai..' wkwkwk~ typo disitu ya kyurin tapi smuanya sih mnurut unni gk XDD gk tau kalo kelolosan hahahah~
    tapi romantis deh si kyu ^^ kenapa gk dilanjutin aja sih ini –" kenapa cm sampe pernikahan dan tiba2 udah setahun? udah hamil belum si kyurin? *pertanyaanapaini* XDD

    bagus2,, baru comeback udh ngluarin ff romance kyurin hehehe~ yg lainnya kapan??? *kedip2*
    ahh dan btw -_- ada yg gk inget sesuatu ya???

    • hachidarksky / Oct 25 2012 1:39 pm

      kkk XD
      ini sudah dipendem sedikit lama lo..
      soalnya di malang susah banget buka wordpress =__=)
      untunglah skrg di surabaya, jdi lgsg capcus di post XD

      ini cerita prbadi saya dan kyu ? iya kayaknya /plak XD

      itu mksudnya, dia pergi sejauh mungkin dan berhenti di sungai han.. nah, dia gtau posisinya dmana.. pkoknya dia brhnti di pinggir sungai han gitu.. (~.__.)~

      ok sudah di perbaiki xp

      ufufufu makasih, kyu emng romantis :3 hanya untukku doang tapi romantisnya :3333
      bukan D:
      itu mksudnya sudah setaun sejak kejadian itu di pinggir sungai han.. bukan setahun stelah nikah.. .__.)
      kalo ttg punya anak.. sudah, anak kembar /loh?/plak/

      harus, sebagai pembuka.. XD
      aku punya yg rateM lo :pp
      tpi gmau di post.. XDD

      inget kok.. .__.)
      masi otw aja.. kkk
      just wait and anticipate it XD

      sekian .. XD

      • elfcloud3424 / Oct 25 2012 3:06 pm

        Ooohh begitu =_= sejauh mungkin? lagunya d’bagindas #ehhh..
        oohh berarti salah liat wkwkwk~

        ahh serius?? O_Oa
        kalo gk mau post sini2 biar unni post di wp unni aja XDD ato kirim ke email unniiiiiiiiiiiii…

        unniiiiiiiiiiii mau bacaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………. ><

        hahahah~
        sip lahhh.. udah gk sabar bacanyaaaaaaaaaaaa…

      • hachidarksky / Oct 25 2012 3:28 pm

        sudah denger lagunya belum yg buat fanfic ini? :3
        kalo buka dari web, lagunya muter kok :33
        ufufufu

        serius demi apapun XDD
        gak mau ah~
        ntaran aja kalo ff yg lain sudh kelar~
        gyahahahaha XDDD~~

        ufufu *w*)

      • elfcloud3424 / Oct 25 2012 4:14 pm

        beloom -_- soalnya unni baca di kompi kantor,, gk ada speaker,, bsok deh di laptop rumah kkk~

        aish bener kan -_-
        pasti alasannya banyak..
        kalo udah selesai ngapa gk di post kyuriiiiiiiiiiiiinnnn T_T

        unni jadi penasaraaaaaaaaaaaan akuuuuuut…
        ternyata selama di malang kau diam2 membuat rate M wkwkwkw~

        peliiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttt ><

      • hachidarksky / Oct 25 2012 9:48 pm

        okesip XD

        ya.. karena banyak alasannya XDD

        ufufufu..
        krn sy bosan XD
        jdi pgn coba bkin XDD

        hohohoohohoho

  3. devinardelia / Oct 26 2012 6:05 pm

    As usual………simple and sweeetttt (۳˚Д˚)۳ ya cho ririn! You’re taking my family name! /slap? ._.
    Sayangnya aku gak tau lagunya 😦 jadi pas baca ya………cuma sebatas baca lirik ._.v
    Kece kok! Seperti biasa, kece gak nahan :’) kyuhyunkuuu :’)
    OTL=3

    • hachidarksky / Oct 26 2012 6:19 pm

      gomachuu :**
      well, he’s my hubby XDD
      so I got his family name ofc XDD

      yah.. sayang sekali.. .___.
      sana download, dgr lagunya cepetan gih hush .__.)!!

      kkya~ itu kyuhyunkuuu~ XD

  4. learnoflife / Jul 2 2013 5:17 pm

    uwaaa,,, akhirnya nikah juga. eh, tp emang rin diapan ya sm mantannya?

    • hachidarksky / Jul 14 2013 5:56 pm

      ehee.. makasih komennya 🙂

      diapain ya..
      Rinnya gamau ngasi tau juga XD /plak

Leave some Advice :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: