Skip to content
April 13, 2013 / hachidarksky

Marry U [ Cho Kyuhyun and Park Ririn Fanfiction ]

author : hachidarksky

genre : oneshot, romance, fanfiction, slice of life

language : Indonesian

main cast : Cho Kyuhyun, Park Ririn (@hachidarksky)

other cast : Han Sungbi (@imLSungbi), Park Minhyo (@aninprstw), Super Junior member

notes from author : this is my very first fanfic about Super Junior  that I wrote down on my school book.. my most precious fanfic~ Happy 1st Anniv, KyuRin! [~011211—011212—0112FOREVER~]

song : Marry U – Super Junior

.

Marry Rin

.

.

Park Ririn sedang menunggu kedatangan teman-temannya untuk menjemputnya di rumahnya. Dia memperhatikan handphonenya yang sepertinya tidak ada yang ingin menghubunginya sama sekali untuk memberitahu dimana posisi mereka sekarang. Akhirnya Ririn mencoba menelpon unninya, Minhyo, untuk mencari tahu dimana sebenarnya mereka sekarang.

“Hyo Unni, kau dimana?” tanya Ririn pada unninya diseberang sana.

on the way ke rumahmu.. tunggu sebentar lagi” jawab Minhyo.

“sudah bersama Bi?”

“belum, ini ke rumah Bi dulu baru kamu” ucap Minhyo menjelaskan.

“oh.. baiklah, aku tunggu”

“oke Rin, bye” dan mereka menutup telpon mereka.

Ririn menghela nafas panjang dan mulai menunggu lagi. Sebenarnya daritadi pikirannya penuh dengan tanda tanya.. kenapa dia harus memakai baju terbaiknya di hari biasa seperti ini. Apa yang akan terjadi hari ini?

.

.

Di tempat Minhyo..

.

“Rin, ya?” tanya namja yang duduk dibangku pengemudi sebelah Minhyo sambil memakan strawberrynya.

“yup.. semua sudah di rumah Kyu oppa?” tanya Minhyo balik.

“sudah semua.. tinggal kita, Bi, dan Rin”

“para oppa sudah siap dengan rencana ini?”

“kurasa sudah, karena ini benar-benar spesial”

“hum.. kau tidak apa, kan? Dimintai menjemput Bi dan Rin?” tanya Minhyo sambil memberi strawberry lagi pada namja itu.

“ini special request dari seorang Evil Cho Kyuhyun pada hyung yang selalu ditindasnya, Lee Donghae.. aku baru pertama kali melihatnya memohon seperti itu,” tawa namja yang ternyata adalah Donghae itu. “jadi tidak apa kok”

“hahahahah.. makasih darl~” ucap Minhyo lalu mengecup pipi Donghae, suaminya.

.

.

“kita sudah sampai.. telpon dia sekarang” Donghae memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah Han Sungbi, atau sekarang bernama Lee Sungbi karena dia sudah resmi menjadi pasangan dari Lee Sungmin.

“aku turun saja deh, tidak usah telpon.. lama” Minhyo akhirnya turun dari mobil Audi A5 milik Donghae dan langsung memencet bel ketika tiba di pintu depan rumah Sungbi.

“sebentaaar” terdengar suara langkah kaki dan pintu itu akhirnya terbuka.

“sudah? Ayo berangkat” tanya Minhyo pada yeoja yang memakai apron bergambar kelinci itu, Sungbi.

“belum, fettuchininya sebentar lagi selesai..”

“yasudah, kalau sudah selesai bilang saja. Aku mau menemani Hae di mobil kalau begitu”

“baik un, nanti langsung kupanggil” Sungbi langsung berlari menuju dapurnya kembali sedangkan Minhyo kembali keparkiran.

.

.

5-10 menit kemudian..

.

“unniiiiiiiiiii! Tolooong” seru Sungbi dari dalam rumahnya.

“ayo darl, kita turun..” ajak Minhyo pada Donghae.

“baiklah..” akhirnya Donghae dan Minhyo masuk ke dalam rumah Sungbi dan langsung menuju dapur, tempat suara teriakan berasal.

“tolong dong.. hehe..” pinta Sungbi saat melihat Donghae dan Minhyo yang masuk ke teritorinya, dapur rumah.

“apa?” tanya Minhyo melihat dapur yang sepertinya selalu dipakai itu tetap rapi dan bersih.

“bawakan fettuchininya.. aku bawa sausnya.. hehe” jawab Sungbi sambil menunjuk panci besar berisi segunung fettuchini.

“mwo? Banyak sekali..” Minhyo akhirnya mengangkatnya dan, yah, berat.

“ada strawberry sama oreo kok di kulkas..” bujuk Sungbi.

“baiklah! Semangaat!” Minhyo langsung bersemangat kembali melakukan tugasnya.

“kalau begitu aku yang bawa strawberry dan oreonya” Donghae berlari menuju kulkas dan langsung mengambil barang berharga itu dengan wajah bahagia.

“lah? Bukannya bantuin para yeoja ini.. malah mengambil barang paling ringan..” Sungbi menggeleng kecil melihat Donghae yang kekanakan.

“biarkan saja, kan dia sudah mau dimintai tolong menjemput kalian..” ucap Minhyo sambil berjalan menuju mobilnya diluar.

“iya juga.. yasudah ayo cepat~!” Sungbi dan Minhyo diikuti Donghae akhirnya menuju mobil dan segera berangkat ke tujuan selanjutnya.

.

“sekarang rumah Ririn ya, darl”  Minhyo membuka kotak strawberry dari rumah Sungbi dan memberinya pada Donghae.

“ne, baiklah!” Donghae memakan strawberrynya dan langsung melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah Ririn.

.

.

“woaa.. dia sudah diluar.. apa kita terlalu lama?” Donghae langsung menghentikan mobilnya di depan pagar rumah keluarga Ririn.

“Rin, masuklah!” seru Minhyo begitu jendelanya terbuka penuh.

“ne, permisi oppa, unni, bi” ucap Ririn begitu masuk ke dalam mobil Donghae.

“yup, tidak apa.. maaf kita yang lama.. yasudah ayo berangkat lagi!” seru Donghae bersemangat begitu Minhyo memberinya sebuah strawberry lagi.

“kau ini, lama-lama bisa korupsi gara-gara sebuah strawberry tau darl..” Minhyo tertawa melihat suaminya yang bisa disuruh-suruh asal ada imbalan strawberry ini.

“unni, kita mau kemana? Beneran rumah Kyu oppa?” tanya Ririn disela kemesraan dua orang tukang ngebut didepannya.

“ne, tentu saja, mau kemana lagi ha?”

“memang ada acara apa? kenapa harus pakai baju bagus?” tanya Ririn sambil melihat baju yang ia kenakan. Onepiece selutut berwarna soft-purple dengan gambar kucing yang berlari mengelilinginya di bagian bawah, yang dibelikan oleh siapalagi  kalau bukan namjacihngunya, Cho Kyuhyun.

“ha? Ya main biasa. Memangnya mau apalagi?” tanya Minhyo sambil menoleh ke arah para penumpang di kursi belakang.

“kalau begitu kan, aku bisa pakai baju casualku yang biasa..” ucap Ririn sambil menarik bajunya untuk menutupi kakinya.

“yasudah, sudah terlanjur.. hahahah. Darl, tancap gas!” Minhyo hanya melambaikan tangannya membalas ucapan Ririn.

“oke!” dan mereka melaju kencang menuju rumah Cho Kyuhyun.

.

.

“oke.. kita sudah sampai..” Donghae menghentikan mobilnya di depan pintu kediaman keluarga Cho ini. “Rin, turunlah duluan, kita mau memarkirkannya dulu”

“eh? Bi tidak turun juga?” Ririn menatap Sungbi yang bermain dengan iphonenya.

“mwo? Minnie ada di garasi, dia baru datang.. aku sudah janjian ketemu disana.. hehe”

“kalau begitu aku ikut ke garasi saja.. mungkin Kyu disana bersama Sungmin oppa..”

“Kyu mungkin di dalam rumah, ini kan rumahnya..” Minhyo berusaha meyakinkan dongsaengnya itu untuk segera masuk ke dalam rumah Kyuhyun.

“uh.. baiklah un.. tapi kalian tau tempat parkirnya?” tanya Ririn melihat kearah kaca dashboard, tepat menuju Donghae.

“mwo? Ah.. Aku biasanya asal parkir di pekarangan..” jawab Donghae polos.

“eh.. habis pohon besar itu belok ke kiri.. disana ada garasi dan lapangan besar untuk parkir mobil kalian para member..” jawab Ririn sambil menunjukkan jalannya.

“oke deh, makasih Rin~ yasudah sana cepat turun” ucap Minhyo dengan gerakan tangan mengusirnya.

“ne.. ne.. kita ketemu di dalam ya..”

“ne” Donghae langsung menancap gasnya begitu Ririn keluar dari mobil dan menutup pintunya.

Akhirnya Ririn berjalan masuk ke pintu depan rumah keluarga Cho yang besar ini. Entah kenapa, dia merasa sedikit aneh dengan hari ini. Dadanya berdegup kencang. Mencoba untuk tidak berpikir akan ada sesuatu dibalik pintu besar ini.

“pe—permisi..” ucap Ririn begitu masuk kedalam rumah. Dan di dalam sangat gelap. Tidak ada satupun alat penerangan yang meneranginya. Bahkan jendela pun tertutup oleh gorden-gorden tebal.

“kemana semuanya?” tanya Ririn di rumah yang gelap tersebut. Dia berjalan menyusuri tiap ruangan yang sudah ia kenal baik, karena Kyuhyun selalu membawanya kemari, dengan bantuan cahaya yang bisa menyusup masuk diantara celah gorden.

“Hyo unni dan Bi kenapa tidak kunjung datang? Apa aku dikerjai?” Ririn mencoba menghubungi mereka namun tidak ada yang membalasnya.

“Kyu dimana?” Ririn mulai sedikit panik karena di dalam kamar Kyuhyun sendiri tidak terdapat orang yang ia cari. Ia mulai mengetuk sepatu flat shoes hitamnya cepat karena cemas.

“a—apa mereka di taman belakang? Kucoba ke taman belakang kalau begitu.” Ririn berlari menuruni tangga dan bergegas menuju taman belakang ketika tiba-tiba sebuah tangan mencengkramnya lengannya.

“nu—nugu?!” Ririn hampir saja menjerit.

“kau kenapa Hun? ini aku” Kyuhyun membalik badan Ririn dan dia terkejut melihat wajah yeojachingunya itu sudah tergenangi airmata. “ya.. jangan menangis..”

“Kyu.. kau darimana..” ucap Ririn mengisak.

“kamar mandi” jawab Kyuhyun polos tidak mengerti betapa paniknya Ririn daritadi di dalam rumahnya yang besar ini.

“ya—yang lain dimana?”

“mereka? Ada di taman belakang..” jawab Kyuhyun sambil mengelus lembut rambut hitam gelombang Ririn. “ayo” Kyuhyun menggandeng tangan Ririn dan berjalan menuju pintu belakang.

“sebenarnya ada apa hari ini.. hun?” tanya Ririn sesaat sebelum Kyuhyun membuka pintu itu.

“kau akan tahu setelah ini..” Kyuhyun tersenyum manis dan membuka pintu itu.

“a..” Ririn terdiam melihat apa yang dia lihat didepannya. “hun..” airmata Ririn mengalir pelan di pipinya.

“ayo” Kyuhyun menggenggam erat tangan Ririn dan menggiringnya pelan menuju tengah halaman.

Ririn melihat sekelilingnya. Semua member Super Junior hadir.. semuanya, tapi tentu saja, Heechul dan Hangeng tidak ada.. juga Kangin dan Kibum. Sahabat baiknya, Minhyo dan Sungbi berada di pinggir jalan setapak yang sedang ia lewati bersama Kyuhyun.. mereka bertepuk tangan riang melihat Ririn yang sekarang menunduk karena malu dan senang. Terdengar lantunan lagu yang Ririn kenal baik yang ternyata sedang dinyanyikan oleh para member Super Junior. Salah satu lagu kesukaannya.. ‘Marry U’..

“Rin..” Ririn menoleh kearah suara yang memanggilnya itu. Kyuhyun sudah berlutut di hadapannya dan menatapnya penuh kasih sayang.

“eh? Ah? Kyu? Apa yang kau lakukan?” Ririn kebingungan dengan apa yang namjachingunya itu lakukan dihadapannya, dihadapan semuanya.

“Park Ririn.. will you be my Cho Ririn..?”

Ririn terdiam dan menutup sebagian bawah wajahnya dengan telapak tangannya. Berusaha untuk tidak menangis kembali mendengar pertanyaan dari namja yang paling dicintainya itu.

“Sure I do..” Ririn memeluk kekasihnya itu erat dan tertawa kecil padanya. “I really.. really do..”

“woooow!! Akhirnyaa!” Minhyo bersorak gembira membuat suasana yang sedang indah itu jadi penuh tawa.

“unni, heboh banget sih hahahah” Sungbi menepuk pundak unninya itu kencang dan ikut tertawa bersama yang lainnya.

“habis, lama banget sih mereka.. aku iri.. bohong deh” Minhyo pun tertawa dengan Sungbi.

“UNNIII! BIII” Ririn berlari menghampiri mereka sambil merentangkan tangannya lebar-lebar, bersiap menerjang dengan sepenuh hati.

“mwo?! Jangan RIN!” teriak Minhyo dan Sungbi bersamaan.

BRUKK

“ehehehehe” Ririn memeluk kedua sahabatnya itu erat.

“ya! Kenapa kau disini?” Minhyo terbatuk-batuk mendapat terjangan dari Ririn.

“Kyu lagi ikut nyanyi sama yang lain.. hehe..” Ririn akhirnya melepas pelukannya. “kalian sudah tahu ya hal ini?”

“sudah tau dong!” Minhyo dan Sungbi menjawab bersamaan.

“Hyo unni yang maksa Kyu biar cepat nyadar” lanjut Sungbi.

“habis lama banget sih.. aku sampai gregetan liat kalian berdua masih pacaran sedangkan sikap kalian berdua sudah seperti orang menikah! Kyu itu sedikit tidak peka juga sih..” ungkap Minhyo panjang lebar.

“ahahah.. mian deh.. makasih juga” Ririn menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.

“Cho Ririn katanya.. lucu sekali caranya.. hahahah” Minhyo menertawai apa yang dia dengar tadi.

“sudah sudah, sebaiknya kita dengarkan mereka live concert di depan kita sekarang ini.” Sungbi memotong acara tawa mereka dengan melihat kearah para member Super Junior yang sedang bernyanyi.

“baiklaah” akhirnya Minhyo, Sungbi, dan Ririn mendengarkan lagu yang khusus dilantunkan kembali untuk hari ini.

.

.

‘Marry U’ sang twice..

.

.

“selamat untuk kalian berdua! Mari kita bersulang!” Leeteuk megangkat gelasnya tinggi memimpin acara.

“toast!” akhirnya mereka semua bersulang dan meneguk minuman di dalam gelas mereka.

“mwo? Apa ini?” Ririn memperhatikan gelasnya dengan seksama dan mengendusnya.

“Wine~” jawab Kyuhyun sambil menunjuk botol yang ada di meja taman.

“”mwo?! Jinjjayo?!”

“mau seteguk!” Minhyo meneguk isi gelasnya cepat sebelum Ririn mencegahnya. Sungbi menaruh kembali gelasnya di meja.

“siapa yang membawanya? Ngaku!” Ririn memperhatikan para member satu persatu dan dia melihat seseorang yang mengangkat tangannya.

“a—aku Rin..” Ryeowook lah tersangkanya. Ririn hanya bisa mengerutkan dahinya dan mempoutkan bibirnya.

“relax hun.. I’m okay..” Kyuhyun memeluk pundak Ririn.

“no you won’t okay” Ririn melirik Kyuhyun tajam dan akhirnya Kyuhyun meletakkan gelasnya yang masih penuh itu di meja.

“tenang saja.. hari indah seperti ini tidak akan kukacaukan dengan kerutan di dahimu” ucap Kyuhyun sambil menyentuh dahi yeojanya itu.

“mianhae Rin..” ucap Ryeowook menyesali perbuatannya.

“no, it’s okay.. kalo Kyu tidak meminumnya..”

“no I won’t!” Kyuhyun mengangkat tangannya tinggi-tinggi. “at least for today..” lanjutnya dengan volume yang sangat pelan.

“sudah sudah.. ayo kita lanjutkan acaranya..” Minhyo memotong acara dramatisasi antara Kyuhyun dan Ririn.

“iya unni.. aku sudah bikinin Beef Fettuchini kesukaanmu lho..” Sungbi menambahi, membuat Ririn berbinar-binar melupakan masalah yang terjadi sebelumnya.

“jinjja?”

“ne, aku yang memintanya.. hehe..” Kyuhyun menggaruk tengkuknya dan tersenyum kepada Ririn.

“hyaaa~~ thankyou hun~” Ririn memeluk Kyuhyun erat dan mengecup pipinya cepat.

“tapi aku yang buat lho..” Sungbi menyedekapkan tangannya melihat reaksi Ririn.

“ehehe.. makasih Bi.. mau dapat ppoppo juga?” Ririn menawarkan.

“tidak, tidak usah” Sungbi mengibaskan tangannya tanda menolak.

“ayo kita makan!” seru Kyuhyun yang membuat para member berhamburan ke meja makan.

“horeee!”

.

.

Terjadi kerusuhan di meja makan…

.

“sebenarnya kalian ini belum makan.. atau kalian emang sukanya rusuh sih?” Ririn menggelengkan kepalanya heran melihat kerusuhan yang terjadi. Makanan pun dapat membuat keributan, pikir Ririn.

“aku sudah sih.. tapi ya..” Shindong keluar dari kerumunan membawa tiga porsi penuh dan langsung pergi mencari tempat nyaman untuk memakan itu semua.

“aku belum kok Rin.. aku syuting sampai pagi, tadi..” jawab Siwon dan akhirnya ikut mencari tempat duduk.

Ririn mengedarkan pandangannya ke tempat lain, berusaha mencari keberadaan Kyuhyun yang entah kenapa tiba-tiba menghilang sejak tadi. Namun pandangannya terhenti pada segerombolan namja yang mengelilingi yeoja bercat rambut merah.

“Hyo! Kau mau makan apa?” tanya segerombolan namja yang tidak lain tidak bukan adalah..

“Hei! Aku suaminya!” Donghae menatap kedua namja yang kukuh tidak bergerak dari tempatnya itu tajam.

“tidak bisa hyung! Aku duluan yang bertanya padanya!” ucap namja bermata sipit yang memiliki wajah imut, Henry Lau.

“Hyo, kau jadinya mau makan apa? Fettuchini atau cakenya?” ucap Zhoumi sambil memegang tangan Minhyo, meninggalkan dua orang yang masih ribut sendiri.

“HYUNG!” Donghae dan Henry melepas genggaman tangan Zhoumi pada Minhyo.

“hey! Hentikan kaliaaan!” Minhyo mencoba menghentikan keributan yang terjadi diantara namja-namja rusuh tersebut. “Riiin toloong” Minhyo memohon pada Ririn yang sedaritadi memperhatikannya itu.

“…” Ririn mengalihkan pandangannya dan meninggalkan keributan yang absurd tersebut.

“Riiiiiinnn” Minhyo akhirnya direbutkan kembali oleh ketiga namja childish nan ribut tersebut.

“ah.. Sungbi~” Ririn akhirnya menghampiri tempat yang aman dan tentram, tempat Sungbi duduk sendirian.

“ne un?”

“kita ambil makan yuk..” ajak Ririn menarik Sungbi untuk berdiri.

“eh.. tapi..”

“Bi, ini makananmu.. “ Sungmin datang membawa dua porsi makanan, miliknya.. dan Sungbi.

“hehe.. mian unni..” Ririn langsung pergi meninggalkan mereka berdua dan berjalan menuju tempat Leeteuk.

“mana Sungbi?” Yesung yang berpapasan dengan Ririn bertanya padanya dan hanya dijawab dengan tunjukkan tangan yang cepat dari Ririn. Namun karena Sungbi sudah bersama Sungmin.. “mana wookie?” Yesung terlihat sangat depresi dan langsung berpaling mencari Ryeowook.

“Teukie-oppa.. ini makanlah..” Kang Sora, pairing WGM Leeteuk juga diundang, dan sekarang sedang bermesraan didepan Ririn yang baru saja datang menghampiri.

“hei hei heeii.. ini bukan WGM..” Ririn langsung memotong acara romansa yang dilakukan dua orang tua ini. Mungkin Leeteuk saja yang tua.

“ehehe.. habis biasanya skenarionya seperti ini.. kebiasaan.. hehe” Sora dan Leeteuk menggaruk tengkuknya sambil menunjukkan sebuah cengiran.

“aish.. dasar kalian.. curang” Ririn akhirnya mengambil tempat duduk beberapa kursi di sebelah Sora. “kemana sih namja satu itu.. pakai menghilang segala dari pandangan..” ucap Ririn masih mencoba mencari Kyuhyun.

“Rin-ah!” Hyukjae menghampiri dengan senyuman yang lebar. “Kau belum ambil makanan? Bukankah itu makanan kesukaanmu?”

“belum.. Kyu menghilang dari pandanganku sih..” Ririn mempoutkan bibirnya dan Hyukjae tertawa melihatnya.

“ayo kutemani, nanti kehabisan lho!” Hyukjae menarik Ririn untuk berdiri dari kursinya.

“akhirnya ada juga yang mengaja—“ tiba-tiba genggaman Hyukjae diputus oleh sebuah tangan besar yang familiar bagi Ririn.

“dia sudah kuambilkan” ucap Kyuhyun sambil memperhatikan Hyukjae sengit.

“uh.. Ha—Haeee” Hyukjae berlari menuju gerombolan rusuh di tempat Minhyo untuk mengadu pada Donghae.

“apa Hyuk? Aku lagi sibuk” Donghae hanya menjawab singkat dan melanjutkan kerusuhannya bersama gerombolannya…..

“sini hyung, sama aku saja” Siwon merentangkan tangannya dan Hyukjae berlari sambil berlinangan airmata kepadanya. Ririn hanya bisa menahan tawa melihatnya.

“sudah Hun.. jangan dilihatin seperti itu.. aku sudah menjadi milikmu, kan” Ririn menepuk dada bidang Kyuhyun dan akhirnya Kyuhyun melepaskan pandangannya dari mangsanya.

“ne, tapi dia musuh yang berbahaya dulu..” Kyuhyun duduk disebelah Ririn dan memberikannya satu piring fettuchini yang.. lumayan banyak.

“itu dulu, sekarang sudah tidak..” Ririn tertawa kecil. “kau cemburu ya?”

“tentu saja.. kalian selalu begitu dekat..” Kyuhyun mempoutkan bibirnya dan Ririn kelepasan tertawa.

“sudah, sudah..”

“ah ya.. Rin-ah… besok ya?” Kyuhyun mengubah topik pembicaraan.

“besok? Ada apa dengan besok?”

“wear your white dress..”

“m—mwo? Besok?!” Ririn tiba-tiba bersemu merah.

“ne, kau tidak mau?”

“ah.. itu.. ti—tidak apa.. tapi.. ba—bajunya?”

“aku sudah memilihkannya bersama umma dan Ahra noona” Kyuhyun juga tidak kalah merahnya.

“dimana sekarang? aku mau lihat!” Ririn penasaran dengan baju yang telah dipilihkan untuknya. Baju putihnya.. baju yang akan selalu ia kenang.. baju yang akan dia turunkan untuk generasinya nanti.

“hey, hey.. makan dulu.. ini susah lo mendapatkannya.. Lawannya Shindong hyung..” tawa Kyuhyun.

“hahaha.. baiklah~ gomawo” Ririn mengecup pipi Kyuhyun cepat dan membiarkan namjanya itu kepanasan lagi untuk kesekian kalinya.

“RIIIINNN” sebuah keributan menghampiri tempat Ririn dan Kyuhyun duduk. Mereka hanya menoleh sekilas dan mencoba melanjutkan makan mereka lagi.

“Hyo tunggu!” tiga namja babo mengikuti yeoja yang daritadi meneriaki nama Ririn tersebut.

“Rin toloong! Aku sudah kenyaang” Minhyo ternyata yang berteriak sedaritadi. Dia langsung mencoba bersembunyi dibelakang Ririn dan Kyuhyun. Berharap tidak ditemukan oleh ketiga namja tersebut.

“darl wait! Kau lupa Strawberry mu!” Donghae berhenti didepan dua pasangan yang hanya bisa terdiam dengan wajah flat melihat kelakuan orang-orang yang ribut itu.

“Hyung! Yang suka strawberry itu kau! Bukan Hyo!” Zhoumi dan Henry datang menghampiri dan mereka mulai bercekcok-ria lagi.

“uh, kalau begitu, Hyo daarl! Oreo muuu” Donghae mengangkat tinggi-tinggi bungkus oreonya, mencoba membuat Minhyo keluar dari persembunyiannya.

“kau curang!” Henry mencoba meraih oreo tersebut.

“darimana kau mendapatkannya?!” Zhoumi juga ikut tidak terima.

“sudah kubawa dari rumah ye! Minhyooooo” mereka akhirnya pergi dengan kerusuhan mencari yeoja yang direbutkan, Minhyo, yang sudah mencoba mengendap-endap pergi dari pendangan mereka semua.

“ah! HYO!” ketiga sejoli biang rusuh itu akhirnya menemukan Minhyo, dan terjadilah kejar-kejaran kembali.

“… apa itu barusan?” tanya Ririn dengan wajah flatnya.

“… tidak tahu, sudah makan saja” jawab Kyuhyun juga dengan wajah flatnya. Menganggap hal yang barusan terjadi hanya angin lalu, dan akhirnya mereka mencoba makan dengan tenang.

.

.

Evening comes…

.

“baiklah, ayo semuanya kita pulang~ pulang~” seru Leeteuk mengangkat tangannya tinggi-tinggi.

“looh waeee” semuanya tampak tidak setuju dan masih ingin bersenang-senang, mumpung ada waktu senggang seperti ini diantara schedule padat.

“tenang saja, besok masih ada lagi!” Leeteuk melanjutkannya dan semuanya langsung bersorak gembira.

“oh ya? Tau darimana, oppa?” Minhyo mencoba bertanya diantara keributan.

“ya.. tadi aku curi dengar..” jawab Leeteuk.

“h—hyung! Kau merusak rencanaku saja..” Kyuhyun memukul pundak Hyungnya itu keras sampai Leeteuk meringis kesakitan.

“hore~ pesta lagi!” Minhyo bersorak sorai diikuti para member.

“ah.. makanan lagi ya..” Sungbi sekarang berpikir keras tentang makanan yang harus disajikan untuk acara besar seperti itu.

“aku akan membantumu kok..” Sungmin merangkul pundak istrinya itu memberi dukungan, secercah harapan padanya.

“ah, aku tidak bisa datang..” Hyukjae menggaruk tengkuknya merasa bersalah.

“Musicalmu, ya?” tanya Leeteuk.

“iya, tapi aku usahakan datang kalau sudah selesai.. sore, kan?”

“iya, sore” jawab Kyuhyun.

“yasudah, yang lain bagaimana?” tanya Leeteuk lagi.

“aku syuting lagi..” jawab Siwon sambil membaca schedulenya.

“akan kubawakan lagu untuk kalian~” jawab Ryeowook girang.

“aku selalu free..” Yesung menjawab dengan tatapan sendu kearah Sungbi dan Sungmin yang masih bermesraan.

“sore kan?” tanya Shindong yang sedang mem-pause kegiatan makannya.

“ne oppa, sore” jawab Ririn sambil melirik kearah Kyuhyun.

“makanannya apa?” lanjut Shindong.

“eng.. itu terserah Bi..” Ririn melihat kearah Sungbi yang tampak berpikir.

“terserah aku kan? Kalau begitu nanti kupikirkan sama Ming” jawab Sungbi senang.

“lalu, ini pervie family?” tanya Leeteuk menoleh kearah segerombolan perusuh.

“MWO? Kau bilang apa oppa!” Minhyo merasa tidak terima dipanggil seperti itu.

“kita bisa kok, ne?” tanya Donghae pada Zhoumi dan Henry.

“ne, kita bisa kok tenang saja~” jawab mereka bersamaan.

“baiklah! Kalau begitu besok ‘TGM’ !” seru Leeteuk.

“TGM?” tanya semua yang hadir hari itu.

“They Got Married !” jawab Leetuk girang disambut tawa. “kalau begitu ayo sekarang kita pulang-pulang~”ucapnya dengan gerakan mengusir.

“dah Rin! besok ketemu lagi ya~” ucap Minhyo lalu menggandeng Donghae dan entah kenapa pergi dengan cepat.

“makanannya terserah aku ya!” Sungbi melambaikan tangan dan mengikuti Minhyo dengan berlari bersama Sungmin

“HWAITING KYU!” seru para member Super Junior serempak.

“sudah sana cepat pulang!” Kyuhyun mendorong agar mereka cepat pergi.

“ja—jadi beneran besok ya?” Ririn dan Kyuhyun akhirnya tinggal berdua sekarang.

“ne.. tidak apa, kan?”

“m—mwo? Tentu saja..”

“yasudah, kalau begitu istirahatlah.. sampai jumpa besok..” Kyuhyun mengecup kening Ririn sedikit lebih lama dari biasanya.

“ne.. sampai ketemu besok..” Ririn tiba-tiba terhenti. “eh.. ta—tapi mereka sudah pulang!”

“mwo?? Kau benar juga! Aku telpon Donghae hyung saja? Atau.. atau kau mau menginap?”

Drrrt.

“oh, sebentar ada telpon.. dari Minhyo” Kyuhyun lalu menjawab telponnya.

.

“yeoboseyo? Minhyo, kembali kemari—“

“maaf, kami sudah jauh! Rin menginap saja!” Minhyo berteriak kencang diseberang sana.

“eh, tapi—“

“maaf, disini lagi macet! Selamat menginap!” Minhyo lalu memutus sambungan.

.

“apa-apan dia..” Kyuhyun masih memperhatikan telpon yang isinya sangat singkat, padat, dan sedikit tidak jelas. Sebenarnya jelas, hanya saja.. tidak jelas.

“ada apa Kyu?” tanya Ririn yang bingung melihat namjanya kebingungan.

“ah.. itu.. Minhyo bilang.. dia sudah jauh, dan macet.. dan.. kau disuruh menginap saja..”

“mwo? Be—begitukah? A—apa boleh buat..” Ririn menunduk malu dan terdiam.

.

.

Keheningan terjadi…

.

.

.

Meanwhile…

.

“bagus.. bagus” ucap seorang namja dibalik pohon besar pekarangan rumah Kyuhyun.

“bagaimana? Sukses?” tanya seorang yeoja disampingnya.

“sukses! Terima kasih Hyo! Hahahaha”

“sama-sama Teuk oppa!” ternyata namja dan yeoja itu adalah Leeteuk dan Minhyo yang bersekongkol.

“sebenarnya apa yang kalian lakukan?” tanya Donghae ikut mengintip.

“membiarkan mereka berdua.. hohoho”  ujar Minhyo dengan tawa khasnya.

“dasar kalian berdua.. sudah sudah.. aku capek.. ayo pulang..” Donghae mulai bergelayut manja pada Minhyo.

“ne baiklah.. Sungbi tadi sama Sungmin kan? Kalau begitu ayo.. Teuk oppa, duluan”

“ne, hati-hati” Leeteuk akhirnya berpisah dengan Donghae dan Minhyo untuk pulang bersama Sora.

.

.

.

Back to KyuRin…

.

.

“ah, yasudah ayo masuk” Kyuhyun meraih tangan mungil Ririn dan menggandengnya masuk kedalam rumah.

“aku tidur di kamar tamu saja Kyu..”

“mwo? Tidak. Kau tidur di kamarku.. nanti aku tidur di sofa tidak apa”

“tapi.. kamar tamu kan.. juga ada kasurnya..” Ririn masih tetap pasrah digandeng oleh Kyuhyun menuju lantai dua.

“kamar tamunya.. tidak pernah dipakai.. jadi belum kubereskan.. dan lagipula.. besok aku sudah tidak akan tidur di sofa lagi.. jadi untuk hari ini, pakailah kamarku” senyum Kyuhyun membuat Ririn merona merah.

“ba—baiklah..”

“silahkan masuk..” Kyuhyun membuka pintu kamarnya dan membiarkan yeojanya masuk terlebih dahulu.

“gomawo..” Ririn masuk ke kamar Kyuhyun yang ternyata rapi tersebut. Namun tetap saja masih ada gadget yang berserakan di sofa kamar itu.

“aku ada di bawah kalau kau membutuhkan sesuatu.. mandi dan istirahatlah” Kyuhyun akhirnya menutup pintu itu dan membiarkan Ririn sendiri di kamar.

“uhm.. apa ini maksud dari Hyo unni untuk membawanya? Dasar.. ini pasti direncanakan..” Ririn pun akhirnya membersihkan diri untuk hari ini.

.

.

“Kyu.. aku pinjam bajumu ya..” Ririn mengintip ke ruang tv tempat Kyuhyun berada.

“mwo? Ne, pakai saja..” ucapnya namun masih menatap televisi.

“apa yang kau tonton?” tanya Ririn yang akhirnya duduk bersandar di sebelah Kyuhyun.

“apa saja.. tidurlah, kau pasti capek..” Kyuhyun mengelus lembut rambut Ririn.

“hm.. aku.. disini saja..”

“hm? Jangan.. tidurlah di ka—“ Kyuhyun mendapati Ririn yang tengah tertidur di pundaknya. “dasar.. kenapa tidak langsung istirahat saja tadi..” Kyuhyun tersenyum kecil melihat yeojanya sudah tetirdur cukup pulas tersebut.

“mmng..”

“ayo ke kamar..” Kyuhyun akhirnya membopong Ririn menuju kamar di lantai dua.

“Kyu..”

“ne..” Kyuhyun mulai sedikit tertawa melihat Ririn yang mengigaukan namanya. “kau berat juga ternyata..” Kyuhyun terkejut melihat Ririn yang merengutkan keningnya. “sebenarnya kau tidur apa tidak sih.. hahah.”

Akhirnya Kyuhyun sampai di kamarnya dan merebahkan Ririn di kasurnya dengan hati-hati. Dia mengambil selimut ungu kesukaan Ririn yang berada di lemarinya dan menyelimutinya perlahan.

“jaljayo..” ucap Kyuhyun sambil mengecup kening Ririn lembut.

“mmngh.. Kyu..” Ririn ternyata masih menggenggam kemeja Kyuhyun dan menariknya untuk tetap tinggal.

“Rin..” Kyuhyun membelai rambut Ririn pelan dan lalu duduk disampingnya. “baikah aku akan tetap di sini..”

Kyuhyun yang memperhatikan Ririn yang sudah terlelap lama kelamaan juga tidak bisa menahan kantuk yang menyerangnya.. akhirnya dia tertidur.

-ccc-

.

“Rin.. Rin-ah.. bangunlah sayang.. Hyo dan Bi sudah datang..” Kyuhyun membelai lembut pipi Ririn, mencoba membangunkannya.

“mm? apa yang mereka lakukan..?” Ririn akhirnya terbangun setelah beberapa belaian lembut Kyuhyun dan menggenggam erat tangan besar itu.

“membantumu bersiap mungkin..” jawab Kyuhyun lalu mengecup tangan Ririn. “ayo bangun.. aku dimintai tolong Bi untuk mengambil makanan dirumahnya” Kyuhyun menarik Ririn agar terduduk dari posisi tidurnya.

“hmm.. baiklah.. take care hun..” Ririn melambaikan tangannya melihat Kyuhyun pergi keluar dari kamar meninggalkan dirinya.

“uh.. pagi sekali..” setelah mencoba mengumpulan nyawa sehabis tidur nyenyaknya, Ririn akhirnya berjalan turun menuju lantai satu dan mendapati Minhyo dan Sungbi sudah memperhatikannya dengan wajah girang. “perasaanku buruk..” ucap Ririn.

“Rin~ hehe.. kita akan membantumu bersiap-siap!” Minhyo merangkul Ririn senang.

“tapi karena kita tidak ada yang ahli..” lanjut Sungbi.

“jadi make-up nya biasa mendekati natural saja ya~ hohoho” akhirnya Minhyo menutup pernyataan mereka.

“aigo.. tidak pakai juga tidak apa kok..” Ririn mengerutkan dahinya, masih setengah bangun, mencoba mengumpulkan nyawa dan melihat wajah girang kedua sahabatnya itu aneh.

“serahkan pada kami! Sana mandi! Siap-siap dengan kita bakal sangaat lama!” ucap Minhyo dan Sungbi bersamaan lalu diiringi dengan tawa mereka.

Ririn akhirnnya menuruti permintaan kedua sahabat absurdnya itu dan menuju kamar mandi, mulai bersiap untuk acara sore hari yang paling ditunggu olehnya.

.

.

The afternoon..

.

“ayo Rin! semua sudah menunggu!” Minhyo berusaha menarik dongsaengnya itu yang masih mencoba bersembunyi menjauh dari pintu belakang rumah Kyuhyun.

“ke—keluargaku juga ada?” Ririn mulai bertanya akan banyak hal begitu waktunya telah tiba.

“tentu saja! Ayo ayo!” Sungbi membantu menarik unninya yang masih bandel itu.

“ta—tapi.. aku tidak siap! A—aku gugup sekali!” Ririn memeluk tiang yang berhasil ia raih.

“heeey! Nanti gaunmu rusak!” Minhyo mencoba menggelitik Ririn yang masih bersikeras dengan pendiriannya.

“dulu kami juga sama seperti keadaanmu sekarang, unni” Sungbi akhirnya memberi kata-kata pamungkas. “jadi sekarang saatnya lah giliranmu merasakannya..”

“ne! jadi ayo keluar dan selesaikan!” Minhyo masih mencoba menggelitiknya namun sepertinya tidak terlalu mempan pada Ririn.

“uh.. tapi..” Ririn akhirnya melepas pelukannya. “ba—baiklah..”

“nah! Gitu dong!” Minhyo menggandeng Ririn agar tidak lepas lagi. Begitu juga Sungbi di sisi satunya.

“ayo kita keluar sekarang!” ucap Minhyo dan Sungbi serempak membawa Ririn keluar dari rumah.

“uh..” Ririn hanya bisa pasrah memejamkan matanya begitu pintu didepannya itu terbuka sedikit demi sedikit..

.

“nah, Rin! buka matamu..” Minhyo menunjukkan pada Ririn hal yang benar-benar harus dia lihat sekarang. Kyuhyun dengan baju putihnya kini sedang menatap tepat kearah ketiga yeoja yang sudah memperbaiki penampilan mereka sebaik mungkin di hari besar ini. Terutama yeoja bergaun putih ditengah yang masih menunduk malu.

“ah..” wajah Ririn seketika panas begitu melihat sekitarnya. Keluarganya, teman-teman lamanya.. juga Kyuhyun.. semua sedang memperhatikannya dengan seksama.

“nah, sudah dulu ya! Hwaiting!” seru Minhyo dan Sungbi yang akhirnya pergi meninggalkan Ririn menuju suami masing-masing.

Ririn dengan setengah menunduk karena malu akhirnya berjalan perlahan menuju altar yang berhiaskan wedding arch dengan bunga putih tersebut. Makin ia melangkah, ia makin memantapkan hatinya utnuk mencoba melihat kearah namja yang telah menunggunya sejak bertahun-tahun mereka bersama itu tepat dimatanya. Sejenak ia tersihir oleh betapa indahnya namja itu.. betapa.. tidak mungkin ia dapat memilikinya dalam hidupnya. Namun kini ia bisa. Kini namja itu tengah menunggunya. Menunggu dirinya mengisi kehidupannya mendatang. Menjadi miliknnya sepenuhnya.

“an—annyeong.. Kyu-ah..” Ririn entah kenapa malah menyapanya begitu tiba di depan namjanya itu.

“hahah.. annyeong, Rin-ah..” Kyuhyun menjawab dengan senyuman khasnya.

“sudah siap?” tanya sebuah suara disamping mereka. Leeteuk.

“m-mwo? Oppa?”

“tidak apa, kan ini private wedding.. heheheh..” jawab Kyuhyun dengan santainya melihat Ririn yang sedikit kebingungan.

“ooh.. baiklah terserah kau saja..” jawab Ririn sambil berbisik.

“sudah berbisiknya?” tanya Leeteuk sekali lagi, membuat para tamu undangan tertawa bersama.

“i—itu.. su—sudah..” jawab Ririn kembali menunduk malu.

“jadi, kita mulai saja sekarang, atau kalian tidak jadi pasangan sampai nanti malam kalau bisik-bisik terus, oke?” Leeteuk menepuk pundak mereka berdua dan mulai berdehem. “langsung saja ya, sepertinya tidak usah basa-basi kalau di private wedding seperti ini”

“terserah kau hyung.. sudah lakukan saja” Kyuhyun menatap Leeteuk sekilas dan melihat kearah yeojanya kembali.

“baiklah.. baiklah.. siap?” Leeteuk bertanya kembali. Setidaknya mungkin ada beberapa tamu undangan, seperti Minhyo dan Sungbi, yang sudah mengepalkan tangannya meminta lanjut.

“ya! Oppa! Cepetan! Mereka sudah lebih dari siap!” teriak Minhyo yang sedang ditahan oleh Donghae. Dan Leeteuk hanya menanggapinya dengan tertawa dan mulai mengangguk.

“Cho Kyuhyun, will you always be there in happy and even sad event in her life, untill the rest of your life?”

“I will always do..” Kyuhyun menggenggam tangan Ririn erat namun juga lembut secara bersamaan. Leeteuk mengangguk dan menoleh kearah Ririn,.

“Park Ririn, will you always be there in happy and even sad event in his life, untill the rest of your life?”

“I will.. always, forever and ever be there for him..” jawab Ririn menatap lekat mata coklat Kyuhyun.

“you can exchange the ring now..” Leeteuk mempersilahkan kedua pasangan itu bertukar cincin.. memasangkannya dengan perlahan. Sedikit lama… “ehem”

“done..” Kyuhyun akhirnya mengerti maksud Leeteuk.

“now you’re husband and wife! Congrats, ebil family!” Leeteuk memulai tepuk tangan dan seluruh tamu ikut bertepuk tangan bersamanya.

“I love you hun..” Ririn mengaitkan jari mungilnya nya disela-sela jari besar Kyuhyun.

“I love you more..” ucap Kyuhyun mempererat genggaman tangan mereka.

“nah.. you may kiss the bride..” lanjut Leeteuk dengan senyum jahilnya, membuat Kyuhyun dan Ririn tertegun dan gugup.

“yaaaay! Kisseu! Kisseu!” Minhyo bersorak dengan tepuk tangan paling kencang.

“ayo Kyu! Kesempatanmu!” lanjut Donghae tidak kalah dari Minhyo.

“unni-ya! Congrats!” Sungbi melambaikan tangannya dan ikut memperkeras suaranya.

“ya! Diamlah kalian semua!” Kyuhyun menujukkan wajah malunya sekarang. Bisa-bisanya para hyungnya juga ikut menyorakinya seperti itu, bahkan Minhyo dan Sungbi juga ikutan, pikirnya.

“ayo kalian berdua cepatlah.. sudah sering ppoppo kok kisseu saja tidak mau” Leeteuk mulai menggoda mereka berdua kembali.

“ba—baiklah.. ta—tapi! Please! No one see this! Jebal!” Ririn menunduk super malu dengan wajah yang super merah.

“baiklaaah!” jawab semuanya serempak. Para orang tua yang hadir hanya tertawa melihat kelakuan anak-anak mereka yang sedikit rusuh itu. Sangat rusuh mungkin.

“tutup mata kalian sekarang!” pinta Ririn dan dia memperhatikan wajah mereka satu per satu. “baiklah Kyu.. I—I’m ready..” Ririn memejamkan matanya.

Kyuhyun akhirnya menyentuh dagu Ririn dan mulai mendekatkan dirinya pada yeojanya itu. mengecup bibir lembut yeojanya itu sekilas dan akhirnya memejamkan matanya.. memperdalam ciuman mereka. Lama..

“sudah?” tanya Leeteuk memecah keheningan yang manis itu.

“o—oppa!” Ririn membelalakkan matanya dan akhirnya ciuman manis antara Ririn dan Kyuhyun berakhir.

“yak! Ternyata sudah! Ayo semua! Makan-makan~!” Leeteuk akhirnya turun dari altar kecil itu dan berlari bersama para member lainnya menuju buffet penuh makanan.

“da—dasar.. mereka melihat ya..” Ririn menutup wajahnya dan Kyuhyun hanya tertawa.

“hahah.. ne begitulah..”

“uh.. aku malu..” Ririn melirik kearah Kyuhyun yang ternyata masih memperhatikannya itu.

“ne Rin-ah..” ucap Kyuhyun pelan.

“hm? Apa hun?”

“saranghae” Kyuhyun menggenggam tangan Ririn erat.

“nado saranghae..” jawab Ririn membuat Kyuhyun memperdekat jarak mereka dan mengecup kening Ririn lembut.

“lima ya” Kyuhyun tersenyum evil pada istrinya itu.

“m—mwo? Apanya??” Ririn merah padam mendengar ucapan suaminya itu.

“pokoknya lima! Ayo makan hun!” Kyuhyun berjalan cepat meninggalkan Ririn yang masih bingung dengan ucapan Kyuhyun.

“Kyu-aaah! Apanya yang limaa?!” Ririn akhirnya hanya bisa mengejar Kyuhyun secepat yang ia bisa. Kyuhyun hanya tertawa dan mempercepat langkahnya.

Akhirnya hari ini berakhir dengan bahagia. Pernikahan yang telah ditunggu oleh semuanya akhirnya terjadi juga. Banyak doa yang diucapkan untuk mereka berdua. Semua kebahagiaan. Semoga hubungan ini bertahan hingga selamanya walau apapun yang mengahadang mereka. Selama-lamanya.

.

.

.

—No End for This Love nor The Stories That Will Always Flow with Them—

.

.

Happy 1st Anniversary, Ebil Cho Family..

.

(011211—011212—0112FOREVER)

.

Be a happy family, always and forever.

.

.

.Remake-Rewrite of My Very First Fanfic of Super Junior.

Marry Rin 2

.saranghaeyokyu.

.

.

.

hachidarksky

Advertisements

4 Comments

Leave a Comment
  1. lovelyminbi / Apr 13 2013 4:52 pm

    Wooooh…..
    Oke aku on XD

    Hng……. Iya aku inget ini ff kapan.. Ff di notes itukan? Yg dari kanan /plak

    Masih kebayang sih sama ceritanya…. Tapi banyak yg lupa ttp :p

    • hachidarksky / Apr 13 2013 5:38 pm

      wkkkk XDD
      oyi benar cekali~
      nyumumumu~ :**

      loh, makanya dibaca lagi, soalnya kan remake-rewrite xpp

  2. elfcloud3424 / Apr 13 2013 10:38 pm

    Ooº°˚ ˚°ºoÖÖ˚°◦oυώώ ini ff pertama kali?? Itu td ada typo ato eon yg salah liat ya -_-) .. Kyu bilang ahra unni?? (>ˆ▽ˆ)>ωªªκªªκªªκªª<(ˆ▽ˆ<) …
    Trus2.. Itu ebil itu apa? ._.a.. Kirain malah evil jd kyk salah nulis gitu hahahahaha…
    Okay deh.. Co cweet bgt,, si kyu minta 5?? Aigoooo~ buat aja belum udh minta 5 ㅋㅋㅋㅋ .. Sekalian aja 11 trus bkin lapangan sepak bola nyahahahahah~

    Nice fic!!
    Hwaiting ^^

    • hachidarksky / Apr 13 2013 11:02 pm

      iya ff pertama ttg suju >u<) hehehe..
      ff pertama yg memulai segala per-fanfic-an saya.. XDDD

      wkwkwkwk oke sudah terganti gomawo XD

      ebil itu adalah..
      singkatan dari evil dan labil … jadinya ebil ..
      karena Ririn dan Kyuhyun adalah Evil but Labil Family~~~~
      hidup Ebil Family ~~~

      iya parah kan, langsung minta lima aja tuh nambo..
      ckckckckck
      tapi sebenernya terjadi tawar-menawar(?)
      wkkkkk apadeh XD

      sankyu~
      hwaiting too!

Leave some Advice :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: